LingVo.club
Level
Brazil Dekriminalisasi Kepemilikan Ganja untuk Penggunaan Pribadi — Level A2 — text

Brazil Dekriminalisasi Kepemilikan Ganja untuk Penggunaan PribadiCEFR A2

14 Nov 2024

Diadaptasi dari Isabela Carvalho, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh Pedro Céu, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
74 kata

Pada Juni 2024 Mahkamah Agung Brazil menyetujui dekriminalisasi kepemilikan ganja untuk penggunaan pribadi. Pengadilan menetapkan bahwa kepemilikan sampai 40 gram atau sampai enam tanaman betina dianggap untuk penggunaan pribadi.

Konsumsi ganja tetap ilegal, tetapi sanksinya bersifat administratif, bukan pidana. Menurut putusan, seseorang yang dihentikan dengan hingga 40 gram dapat dihentikan oleh polisi tanpa ditangkap. Putusan itu juga bisa berlaku mundur jika menguntungkan terdakwa, dan Mahkamah Tinggi Keadilan menerapkan preseden itu pada kasus pelepasan tahanan.

Kata-kata sulit

  • dekriminalisasipenghapusan status pidana untuk suatu tindakan
  • kepemilikanhak atau kondisi seseorang atas suatu barang
  • penggunaan pribadipemakaian untuk kebutuhan individu, bukan umum
  • sanksihukuman atau tindakan yang diberi karena pelanggaran
    sanksinya
  • pidanaberkaitan dengan hukum dan hukuman kriminal
  • berlaku munduraturan yang juga berlaku pada kejadian lalu
  • presedenkeputusan sebelumnya yang dijadikan contoh hukum
  • terdakwaorang yang dituduh dan diadili di pengadilan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apakah kamu setuju dengan dekriminalisasi kepemilikan untuk penggunaan pribadi? Mengapa?
  • Bagaimana menurutmu perbedaan antara sanksi administratif dan hukuman pidana? Beri satu contoh singkat.
  • Apa pendapatmu jika polisi menghentikan seseorang tanpa menangkap? Jelaskan satu alasan.

Artikel terkait

AI bantu layanan kesehatan di Sudan — Level A2
6 Jan 2025

AI bantu layanan kesehatan di Sudan

Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.