Pada Juni 2024 Mahkamah Agung Brazil (STF) mengesahkan dekriminalisasi kepemilikan ganja untuk penggunaan pribadi, mengubah batas antara perdagangan dan konsumsi. Menurut pemahaman baru pengadilan, kepemilikan hingga 40 gram atau sampai enam tanaman betina digolongkan sebagai penggunaan pribadi. Konsumsi tetap ilegal, tetapi sanksi bersifat administratif, bukan pidana. Ketua Mahkamah Agung menyatakan putusan itu dapat diterapkan secara retroaktif jika menguntungkan terdakwa; pada Agustus Mahkamah Tinggi Keadilan (STJ) sudah menerapkan preseden dan membebaskan orang yang dipenjara karena memiliki 23 gram ganja.
Undang-undang 11.343 tahun 2006 memang membedakan pengguna dan pengedar, tetapi tidak memberi kriteria baku. Gabriella Arima dari Jaringan Hukum untuk Reformasi Kebijakan Narkoba (Rede Reforma) mengatakan praktik sebelumnya bergantung pada faktor subjektif hakim dan polisi. LSM seperti Conectas dan Rede Reforma menyambut putusan itu sebagai langkah menuju pengurangan kepadatan penjara dan kekerasan yang terutama memengaruhi orang kulit hitam dan wilayah miskin.
Data menunjukkan dampak terukur: survei 2015 (dirilis 2019) menemukan 7,7 persen orang usia 12–65 pernah mengonsumsi ganja, sedangkan Datafolha 2023 melaporkan satu dari lima orang Brasil pernah menggunakan zat itu. Ipea memperkirakan dekriminalisasi dapat mengurangi populasi penjara sebesar 1 persen hingga 2,4 persen dan menghemat antara BRL 262 juta dan BRL 591 juta per tahun (USD 46.6 juta hingga USD 105 juta). Brazil memiliki lebih dari 850.000 orang dipenjara; sekitar seperempatnya ditahan karena perdagangan narkoba. Data 2023–2024 menunjukkan sekitar 19.000 orang ditahan karena memiliki hingga 100 gram ganja dan lebih dari 8.500 karena memiliki hanya 25 gram.
Para pakar dan pekerja pengurangan dampak, termasuk Myro Rolim dari ABRAMD dan REDUC, menekankan kebutuhan akan pendidikan yang lebih baik, program dukungan, dan regulasi produksi serta distribusi. Penggunaan medis telah berkembang: Anvisa mengizinkan impor obat berbasis CBD pada 2014 dan memberi izin produksi serta impor produk berbasis kanabis untuk penggunaan medis pada Desember 2019.
Kata-kata sulit
- dekriminalisasi — menghapus hukuman pidana untuk tindakan tertentu
- kepemilikan — keadaan memiliki sesuatu secara hukum atau faktual
- sanksi — hukuman atau tindakan yang dijatuhkan karena pelanggaran
- administratif — berkaitan dengan tata kerja pemerintahan atau aturan nonpidana
- retroaktif — bersifat berlaku surut pada waktu lampau
- preseden — keputusan sebelumnya yang dapat jadi contoh hukum
- pengurangan — proses atau tindakan membuat sesuatu menjadi lebih sedikit
- regulasi — aturan resmi untuk mengatur kegiatan atau produksi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju bahwa dekriminalisasi kepemilikan ganja dapat mengurangi kepadatan penjara dan kekerasan? Jelaskan alasan Anda.
- Teks menyebutkan kebutuhan pendidikan, program dukungan, dan regulasi. Mana dari ketiganya yang menurut Anda paling mendesak untuk diterapkan dan mengapa?
- Perubahan hukum berkaitan juga dengan penggunaan medis kanabis yang berkembang. Menurut Anda, apa implikasi bagi pasien dan produksi obat di masa depan?
Artikel terkait
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Pola Makan Tradisional Afrika Kurangi Peradangan
Studi gabungan menemukan bahwa beralih ke pola makan tradisional Afrika menurunkan peradangan dan memperkuat respons kekebalan, sedangkan pola makan Barat meningkatkan peradangan. Hasil ini relevan untuk kenaikan penyakit tidak menular di Sub-Sahara Afrika.
Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd
Analisis Nataša Stanojević (ISAC) yang diterbitkan ulang oleh Global Voices meneliti liputan media dan respons politik terhadap unjuk rasa besar pada 28 June di Beograd. Sekitar 140,000 orang turut serta; media pro-pemerintah melabeli peserta, sementara laporan independen mencatat sebagian besar aksi damai dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.