Sebuah studi yang terbit di edisi Juni jurnal One Health memperingatkan bahwa media sosial berpotensi meningkatkan penjualan daging satwa liar secara ilegal di Afrika Barat. Peneliti mengatakan pertumbuhan perdagangan ini dapat mengancam keanekaragaman hayati dan meningkatkan risiko penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.
Tim meneliti unggahan Facebook dari 2018 hingga 2022 di beberapa halaman di Côte d’Ivoire dan di Nigeria. Mereka menemukan 25 jenis daging satwa liar; hampir dua pertiga diiklankan diasap dan sisanya dijual segar, dimasak, atau hidup. Banyak penjual mengarahkan pelanggan ke pesan pribadi di WhatsApp atau Facebook Messenger, sehingga pengawasan menjadi lebih sulit.
Kata-kata sulit
- media sosial — platform online untuk berbagi dan berkomunikasi
- satwa liar — hewan yang hidup di alam bebas
- keanekaragaman hayati — beragam jenis makhluk hidup dalam suatu lingkungan
- unggahan — konten yang diposting ke situs atau aplikasi
- pengawasan — pengamatan atau pemantauan untuk melihat kegiatan
- penjual — orang atau pihak yang menawarkan barang untuk dijual
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah melihat unggahan serupa di media sosial? Jelaskan singkat.
- Mengapa peneliti mengatakan perdagangan daging satwa liar berbahaya?
- Menurut Anda, mengapa pengawasan menjadi lebih sulit ketika penjual menggunakan pesan pribadi?
Artikel terkait
Filter Rokok Melepaskan Mikroplastik ke Air
Peneliti menemukan bahwa puntung rokok melepaskan banyak mikroserat plastik ke air, baik segera maupun dalam beberapa hari. Mereka memperkirakan jumlah besar masuk ke perairan New York dan menyarankan tempat sampah serta saringan untuk mengurangi pelepasan.
Pengiriman Makanan Sehat dan Gejala Depresi
Peneliti University of Michigan meneliti apakah membuat makanan sehat lebih mudah diakses dapat mengurangi gejala depresi. Studi kecil ini menunjukkan kelompok yang menerima makanan siap antar mengalami penurunan gejala lebih besar, tetapi hasilnya bersifat awal.
Musim Alergi di AS Mula Lebih Awal dan Lebih Parah
Musim alergi di seluruh AS kini mulai lebih awal, berlangsung lebih lama, dan banyak orang melaporkan gejala yang lebih parah. Suhu lebih hangat dan naiknya CO2 meningkatkan produksi serbuk sari, sementara polusi membuat gejala lebih buruk.