Perubahan Iklim Memperparah Konflik di MaliCEFR A1
22 Jan 2026
Diadaptasi dari Peace News, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Bob Brewer, Unsplash
- Mali sangat rentan terhadap perubahan iklim sejak lama.
- Negara ini mengalami banyak guncangan iklim besar.
- Kekeringan memengaruhi banyak orang setiap tahun.
- Pendapatan petani menurun karena cuaca buruk dan kekeringan.
- Tanah kurang subur dan lahan gembala banyak rusak.
- Petani membuka sawah di jalur penggembalaan tradisional.
- Ini menyebabkan bentrokan antara petani dan penggembala di beberapa daerah.
- Kelompok ekstremis memanfaatkan ketegangan untuk merekrut anggota muda.
- Perempuan berjalan lebih jauh untuk air dan kayu bakar.
- Komunitas mencoba aturan tradisional dan program kerja lokal.
Kata-kata sulit
- perubahan iklim — perubahan pola cuaca dalam waktu panjang
- kekeringan — kondisi tanpa air atau sangat sedikit air
- pendapatan — uang yang didapat seseorang dari kerja
- bentrokan — perkelahian atau konflik antara kelompok orang
- penggembala — orang yang merawat dan menjaga hewan ternak
- merekrut — mengajak orang baru bergabung ke kelompok
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu berjalan jauh untuk mengambil air atau kayu bakar?
- Apakah di tempatmu ada petani atau penggembala?
- Apakah kamu merasakan perubahan cuaca di tempatmu?
Artikel terkait
Suara dan pemandangan alam kurangi stres di kota
Sebuah studi menunjukkan pemandangan dan suara alam memberi manfaat kesehatan mental dibanding lingkungan perkotaan bising. Partisipan duduk dengan headphone di jalur alam atau area kota dan mendengar kicauan burung atau suara lalu lintas.
Kazakhstan dan China setuju bangun pembangkit nuklir
Kazakhstan menyepakati proyek dengan China untuk membangun pembangkit nuklir kedua dan ketiga menggunakan reaktor HPR-1000 (2,4 GW). Langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi kekurangan listrik dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.
Petani Filipina Tunjukkan Agroekologi Menjelang COP30
Kelompok petani dan pendukung agroekologi menggelar pameran, lokakarya, sesi memasak, petisi, dan konsultasi di Negros menjelang COP30. Mereka menentang rancangan peraturan pro-GMO dan menekankan reforma agraria serta keadilan iklim.