Ilmuwan material menciptakan permukaan hibrida yang memanfaatkan cahaya untuk memecah berbagai polutan dalam air, termasuk PFAS yang sulit diolah. Tujuan penelitian adalah menemukan metode pembersihan air yang lebih murah dan sederhana tanpa bergantung pada logam berbahaya.
Bahan baru menggabungkan covalent organic frameworks (COF) yang berpori dengan lapisan dua dimensi boron nitride heksagonal (hBN). Tim menumbuhkan COF langsung pada film hBN menggunakan teknik defect engineering; mereka mengukir goresan mikroskopis pada hBN agar COF dapat menambat dan tumbuh. Antarmuka kedua material ini mengarahkan elektron dan lubang muatan ke arah berbeda sehingga mendorong reaksi fotokatalitik yang merusak polutan.
Untuk menilai kinerja dalam kondisi praktis, para peneliti memakai reaktor aliran air vertikal dan horizontal yang meniru fasilitas pengolahan. Bahan menunjukkan performa konsisten selama siklus pembersihan berulang dan menjaga stabilitas struktural. Penemuan ini dianggap langkah menuju solusi pembersihan air yang efektif dan berbiaya rendah.
Kata-kata sulit
- polutan — zat yang mencemari air atau lingkungan
- berpori — memiliki banyak lubang kecil di permukaan
- fotokatalitik — memicu reaksi kimia dengan bantuan cahaya
- antarmuka — permukaan pertemuan dua bahan berbeda
- stabilitas — kemampuan mempertahankan bentuk atau fungsi
- menambat — mengikatkan sesuatu sehingga tidak mudah lepas
- mikroskopis — sangat kecil sehingga hanya kelihatan dengan mikroskop
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda teknologi pembersihan air tanpa logam berbahaya penting di lingkungan Anda? Jelaskan alasan singkat.
- Sebutkan satu keuntungan dan satu kemungkinan tantangan penggunaan bahan berpori untuk membersihkan air.
- Antara reaktor aliran vertikal dan horizontal, manakah yang lebih mudah diterapkan di fasilitas kecil menurut Anda? Beri alasan singkat.
Artikel terkait
Dubioza Kolektiv: 'Yebiga', Kritik pada Kecerdasan Buatan
Grup Bosnia Dubioza Kolektiv merilis lagu berjudul "Yebiga" yang mengkritik ketergantungan pada kecerdasan buatan dan algoritme. Video satir menampilkan citra elit teknologi dan perangkat fiksi HEPEK, serta menerima banyak tayangan di YouTube.