Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode dari fisika partikel eksperimental untuk membangun sistem pemantauan kualitas udara waktu nyata yang diberi nama AI_r. Sistem itu menggabungkan jaringan sensor yang ditempatkan di titik-titik panas polusi, teknologi IoT berbiaya rendah, dan kecerdasan buatan. Para pengembang mengatakan pendekatan ini mengurangi kebutuhan infrastruktur pemantauan yang mahal dan memungkinkan data yang lebih padat dan cepat.
Pilot kecil dimulai lebih dari setahun lalu di Soweto, dengan sensor di sekolah-sekolah. Hasil awal menunjukkan lonjakan polusi lokal dapat bergerak melintasi kota dan memengaruhi banyak orang; satu kali pembakaran dapat memengaruhi kualitas udara sejauh 10 kilometres. Bruce Mellado, peneliti utama yang juga pernah bekerja dengan tim CERN, menekankan bahwa polusi sekarang menyebabkan lebih banyak kematian di Afrika dibandingkan HIV, malaria, dan tuberkulosis.
Data global menegaskan kekurangan pemantauan: laporan OpenAQ 2024 menemukan lebih dari sepertiga negara tidak memantau polusi dan hampir 1 billion orang tinggal di negara tanpa program pemantauan. Vumile Senene dari Clean Air Fund menyatakan bahwa 40 per cent of South Africans live more than 25 kilometres from the nearest monitoring station; jaringan sensor berbiaya rendah dapat mengukur kualitas udara di komunitas yang kurang terlayani dan mendukung kebijakan berbasis bukti.
Proyek kini memasuki fase pembuatan peta polusi padat dan waktu nyata. Selama tahun depan akan dipasang 500 sensor di seluruh distrik Sedibeng, sebuah wilayah selatan Johannesburg yang menjadi rumah bagi sekitar 1 million orang. Proyek mendapat dukungan dari pemerintah Afrika Selatan, Inggris, Kanada, CERN, dan iThemba Labs, serta hadiah ODESS dari Pierre Fabre Foundation yang akan diserahkan pada bulan October. Tim berharap memperluas jaringan ke seluruh Afrika, namun menyatakan bahwa pendanaan lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan pendekatan ini pada tingkat benua.
- Pihak pendukung: pemerintah, CERN, iThemba Labs, Pierre Fabre Foundation
- Tujuan: peta polusi padat dan real-time
- Tahap berikut: pemasangan 500 sensor di Sedibeng
Kata-kata sulit
- pemantauan — kegiatan memeriksa kondisi atau data secara teratur
- waktu nyata — data atau informasi tersedia segera saat itu juga
- jaringan sensor — kumpulan alat pengukur yang saling terhubung
- berbiaya rendah — memerlukan biaya sedikit atau relatif murah
- kecerdasan buatan — sistem komputer yang bisa belajar dan mengambil keputusan
- infrastruktur — struktur dan fasilitas penting untuk layanan publik
- padat — memiliki banyak titik data atau aktivitas per area
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, bagaimana peta polusi padat dan waktu nyata bisa membantu komunitas lokal? Berikan contoh.
- Apa tantangan utama yang mungkin dihadapi proyek saat memperluas jaringan ke seluruh Afrika? Jelaskan alasan Anda.
- Bagaimana data pemantauan berbiaya rendah bisa memengaruhi kebijakan pemerintah tentang kualitas udara? Berikan dua kemungkinan dampak.
Artikel terkait
Perjanjian Perikanan China dan Dampaknya di Mauritania
Pada 2010 sebuah perusahaan China menandatangani perjanjian panjang dengan Mauritania untuk investasi dan hak penangkapan. Kehadiran banyak kapal industri mengurangi hasil nelayan lokal, dan LSM meminta perlindungan pesisir sementara kebijakan belum jelas.
Arsip Warga Menyimpan Lagu dan Cerita Lisan
Arsiparis warga di Asia Selatan merekam lagu rakyat, teka-teki, sejarah lisan, dan pengetahuan obat tradisional. Proyek ini mendukung pengunggahan materi ke Wikimedia Commons, Wikisource, dan Wikipedia untuk melestarikan pengetahuan yang hilang.