Kemajuan teknologi mengubah cara orang membaca, karena layar memberi banyak informasi dan gangguan. Namun ada orang yang masih suka membaca lambat untuk memahami cerita dan gagasan lebih baik.
Leamos adalah kelompok pembaca yang didirikan oleh Benjamedn Edwards. Klub ini mengadakan sesi daring mingguan, biasanya pada zona waktu Peru, dan peserta dari beberapa negara ikut bergabung. Di setiap sesi, beberapa orang mempresentasikan sebuah buku, memberi ringkasan singkat, dan menjawab pertanyaan tentang isi dan alasan mereka menyukai buku itu. Klub juga mengadakan pertemuan langsung, kegiatan teman rahasia sastra, dan membuat podcast tentang buku. Untuk bergabung, hubungi Edwards lewat LinkedIn.
Kata-kata sulit
- kemajuan — Perkembangan atau peningkatan dalam bidang teknologi atau ilmu
- layar — Permukaan atau alat elektronik yang menampilkan gambar
- gangguan — Hal yang mengalihkan perhatian atau membuat terganggu
- memahami — Mengerti maksud, cerita, atau gagasan dengan jelas
- daring — Kegiatan atau pertemuan yang dilakukan lewat internet
- sesi — Waktu pertemuan atau kegiatan tertentu
- ringkasan — Uraian singkat yang menjelaskan isi utama
- pertemuan — Kumpul orang untuk membicarakan atau melakukan sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda lebih suka membaca cepat di layar atau membaca lambat? Mengapa?
- Pernahkah Anda ikut klub baca atau diskusi buku? Ceritakan singkat.
- Apakah Anda tertarik ikut sesi daring tentang buku? Jelaskan jawaban singkat.
Artikel terkait
Molekul Baru Menyimpan Energi Surya untuk Panas Malam
Para peneliti UC Santa Barbara mengembangkan molekul organik bernama pyrimidone yang menangkap cahaya matahari, menyimpan energi dalam ikatan kimia, dan melepaskannya sebagai panas saat diperlukan. Material ini larut dalam air dan dapat dipompa melalui kolektor surya.
Pendapatan Kreator Digital Afrika Masih Rendah Meski Sektor Tumbuh
Laporan Africa Creator Economy Report 2.0, dipublikasikan di Lagos pada Januari 2026, menunjukkan sektor kreatif digital bernilai miliaran dolar. Namun banyak kreator di Afrika mendapat penghasilan kecil dan menghadapi masalah pembayaran dan AI.