Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan banyak orang tidak memiliki akses ke air minum yang dikelola dengan aman, sehingga desalinasi menjadi penting untuk berbagai wilayah. Metode umum seperti reverse osmosis dan distilasi termal memerlukan banyak energi, perlu perlakuan kimia, dan menghasilkan brine (air garam pekat) yang merusak kehidupan laut.
Peneliti di University of Rochester mengembangkan panel logam hitam yang diukir dengan laser femtosekon. Permukaan yang diolah menarik lapisan tipis air, menyerap sinar matahari, mendistilasi air, dan memindahkan garam ke daerah pasif yang tidak diolah. Desain ini mencegah sumbatan garam di daerah aktif dan bekerja tanpa tambahan bahan kimia.
Tim menambahkan alur kecil untuk memudahkan mineral lepas dan memanfaatkan efek cincin kopi untuk memindahkan garam ke area pasif. Pengujian dengan sampel dari Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia menghasilkan air tawar dan mengumpulkan garam sebagai padatan. Untuk pemisahan litium, mereka memakai nanopartikel di alur dan berhasil mengekstrak litium dari sampel danau garam.
Kata-kata sulit
- desalinasi — Proses menghilangkan garam dari air.
- distilasi termal — Pemanasan air untuk menguapkan lalu mengembun.
- air garam pekat — Air dengan kandungan garam sangat tinggi.
- femtosekon — Satuan waktu sangat pendek dalam fisika.
- efek cincin kopi — Pergerakan partikel menuju tepi saat mengering.
- nanopartikel — Partikel sangat kecil, ukuran nanometer.
- litium — Logam ringan yang digunakan dalam baterai.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, apakah teknologi panel ini lebih ramah lingkungan dibandingkan metode desalinasi lama? Jelaskan alasan singkat.
- Apakah Anda akan menggunakan air hasil desalinasi seperti ini untuk kebutuhan sehari-hari? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana pengumpulan garam padat dan pemisahan litium dari air garam bisa berdampak pada ekonomi atau komunitas lokal?
Artikel terkait
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.