- Ilmuwan menemukan bahwa perhatian bergeser dengan pola berulang cepat.
- Pergeseran perhatian terjadi beberapa kali setiap detik, terus-menerus.
- Ritme ini membuat orang lebih mudah teralihkan perhatian.
- Munculan di layar dan notifikasi sering menarik perhatian tiba-tiba.
- Ritme membantu nenek moyang menyadari bahaya secara cepat.
- Di dunia modern, banyak peringatan membuat fokus terganggu.
- Penelitian memakai EEG untuk merekam sinyal otak dan ritme.
- Temuan ini mungkin membantu strategi baru untuk meningkatkan fokus saat tugas.
Kata-kata sulit
- perhatian — kemampuan untuk fokus pada sesuatu
- pergeseran — perpindahan atau perubahan posisi fokus
- ritme — pola yang berulang secara teratur dalam waktu
- notifikasi — peringatan atau pesan di layar perangkat
- sinyal — isyarat listrik yang dibuat oleh otak
- strategi — rencana atau cara untuk mencapai tujuan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah notifikasi dari ponselmu sering mengganggu fokusmu?
- Pernahkah perhatianmu berpindah cepat saat menggunakan layar?
- Apa yang kamu lakukan untuk menjaga fokus saat ada gangguan?
Artikel terkait
Bagaimana orang dengan gangguan penglihatan menilai kedatangan mobil
Studi baru menguji bagaimana orang dengan degenerasi makula terkait usia (AMD) menilai waktu kedatangan kendaraan menggunakan realitas virtual dan suara mobil. Hasilnya: peserta AMD sangat mirip dengan orang berpenglihatan normal dan tidak hanya mengandalkan suara.
SEWA: Sistem Peringatan Dini Satelit untuk Afrika
SEWA, sistem peringatan dini berbasis satelit, diluncurkan pada forum tingkat tinggi di Windhoek untuk memperkuat peringatan cuaca dan iklim. Sistem ini meningkatkan akses data dan membangun kapasitas untuk pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas rentan.
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.