Peneliti dari Rockefeller University mempelajari semut perampok klonal, Ooceraea biroi. Karena semut ini berkembang biak secara aseksual, peneliti membuat garis genetik identik dan menyusunnya menjadi koloni percobaan untuk menguji pengenalan sosial.
Analisis kimia menunjukkan koloni memakai kumpulan senyawa lilin yang sama, tetapi dalam perbandingan berbeda sehingga bau koloni berbeda. Semut muda dengan profil kimia samar dimasukkan ke koloni asing, dan setelah sekitar satu bulan paparan terus-menerus, semut itu berbau seperti koloni asuh dan tidak lagi mendapat perlakuan agresif.
Ada batasnya: semut yang dipisah sejak telur tetap menunjukkan identitas bawaan. Toleransi yang dipelajari juga mudah hilang jika kontak dihentikan, tetapi pertemuan singkat dapat mempertahankannya.
Kata-kata sulit
- aseksual — perkembangbiakan tanpa sel kelamin dari dua induk
- garis genetik — kelompok organisme dengan susunan gen sama
- koloni — kelompok hewan hidup bersama di satu tempat
- senyawa — zat kimia yang terdiri dari beberapa unsur
- profil — gambaran jenis dan jumlah zat kimiaprofil kimia
- toleransi — kemampuan menerima atau tidak menyerang individu lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat semut di rumah? Bagaimana reaksimu saat melihat banyak semut?
- Menurutmu, mengapa pertemuan singkat bisa mempertahankan toleransi antar semut?
- Bagaimana cara manusia mengenali anggota kelompok sendiri dan kelompok lain?
Artikel terkait
Nanopartikel bantu sel punca tingkatkan mitokondria
Para peneliti di Texas A&M University menggunakan nanopartikel berbentuk bunga (nanoflowers) untuk membuat sel punca menghasilkan lebih banyak mitokondria dan mentransfernya ke sel yang menua atau rusak, sehingga memulihkan energi seluler.
Bagaimana Amazon molly tetap sehat tanpa pejantan
Peneliti University of Missouri menemukan bahwa Amazon molly, ikan yang berkembang biak dengan mengkloning, tetap sehat secara genetik meski sudah hidup lama. Mereka menyimpulkan konversi gen mungkin memperbaiki DNA dan mencegah kerusakan genetik.