Studi ini menguji apakah sistem generatif AI dapat bertindak sebagai "juri" umum terhadap kepribadian dengan membaca bahasa sehari-hari. Para peneliti meminta AI membaca catatan video singkat harian atau rekaman lebih panjang tentang isi pikiran peserta, lalu menjawab soal kepribadian seolah mewakili tiap orang.
Data berasal dari lebih dari 160 orang dalam pengaturan kehidupan nyata dan laboratorium. Hasilnya, skor kepribadian dari AI sangat mirip dengan penilaian diri dan seringkali lebih cocok dibanding penilaian teman atau keluarga. Analisis teks lama tidak menunjukkan performa sebaik sistem AI baru ini.
Penilaian AI juga memprediksi aspek kehidupan nyata, seperti emosi, tingkat stres, perilaku sosial, serta apakah seseorang pernah didiagnosis kondisi kesehatan mental atau mencari perawatan. Para peneliti mencatat masih ada pertanyaan penting yang perlu dijawab.
Kata-kata sulit
- kepribadian — sifat dan cara berpikir seseorang
- generatif — mampu menghasilkan konten baru secara otomatis
- penilaian — tindakan menilai atau memberi nilai
- mendiagnosis — menentukan penyakit atau masalah kesehatandidiagnosis
- memprediksi — mengatakan atau menilai kemungkinan di masa depan
- performa — cara kerja atau hasil kerja suatu sistem
- juri — orang yang menilai atau memutuskan suatu kasus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda wajar AI menilai kepribadian dari bahasa sehari-hari? Jelaskan alasan singkat Anda.
- Bagaimana penggunaan AI untuk penilaian kepribadian bisa memengaruhi privasi seseorang?
- Jika penilaian AI seringkali lebih cocok daripada penilaian teman, kapan menurut Anda penggunaan AI seperti ini berguna atau berbahaya?
Artikel terkait
SEWA: Sistem Peringatan Dini Satelit untuk Afrika
SEWA, sistem peringatan dini berbasis satelit, diluncurkan pada forum tingkat tinggi di Windhoek untuk memperkuat peringatan cuaca dan iklim. Sistem ini meningkatkan akses data dan membangun kapasitas untuk pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas rentan.
Sarung Tangan Sekali Pakai Bisa Menyebabkan Perkiraan Mikroplastik Berlebih
Peneliti University of Michigan menemukan lapisan pada sarung tangan sekali pakai yang melepaskan partikel mirip mikroplastik. Partikel ini dapat mencemari peralatan pengukuran dan membuat jumlah mikroplastik terlihat lebih tinggi.