Kecerdasan buatan berkembang pesat, dan sejarawan mencoba belajar dari masa lalu. Mereka melihat bagaimana teknologi sebelumnya mengubah pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Pada 10 Februari, pengusaha bidang AI Matt Shumer memposting bahwa ia merasa tidak lagi dibutuhkan untuk sebagian tugasnya. Postingan itu mendapat 86 juta kali dilihat dan menarik perhatian luas. Kekhawatiran publik meningkat tentang seberapa cepat AI bisa mengubah struktur kerja dan ekonomi.
Sejarawan menyebut contoh seperti jalur perakitan, kereta api dan mobil, serta internet. Teknologi AI baru dapat menulis kode, menganalisis data, dan menjalankan beberapa tugas sekaligus, sehingga perdebatan tentang pekerjaan dan aturan menjadi lebih mendesak.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi komputer yang meniru kemampuan manusia
- sejarawan — orang yang mempelajari dan menulis tentang masa lalu
- jalur perakitan — tempat produksi dimana barang dirakit secara bertahap
- kekhawatiran — perasaan cemas atau resah tentang sesuatu
- struktur — susunan bagian yang membentuk suatu sistem
- menganalisis — memeriksa data atau informasi untuk memahami
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu khawatir tentang perubahan pekerjaan karena AI? Mengapa atau mengapa tidak?
- Contoh teknologi mana yang pernah mengubah pekerjaan di kotamu? Ceritakan satu contoh.
- Menurutmu, aturan apa yang penting untuk penggunaan AI di tempat kerja?
Artikel terkait
Perjanjian Perikanan China dan Dampaknya di Mauritania
Pada 2010 sebuah perusahaan China menandatangani perjanjian panjang dengan Mauritania untuk investasi dan hak penangkapan. Kehadiran banyak kapal industri mengurangi hasil nelayan lokal, dan LSM meminta perlindungan pesisir sementara kebijakan belum jelas.
Penelitian: Aturan AI Uni Eropa Tidak Mengatur Teknologi yang Keluar
Penelitian 7amleh menemukan bahwa aturan Uni Eropa tentang kecerdasan buatan tidak mengendalikan aliran teknologi dan dana ke pemerintahan serta militer di Asia Barat dan Afrika Utara, dengan sedikit akuntabilitas atas dampak hak asasi manusia.