Pada 10 Februari, pengusaha AI Matt Shumer memposting bahwa ia "tidak lagi dibutuhkan" untuk pekerjaan teknisnya; unggahan itu telah dilihat sekitar 86 juta kali dan memicu perhatian publik. Peristiwa ini mempertegas kekhawatiran tentang kecepatan perubahan dan potensi penggantian tugas manusia oleh mesin.
Sejarawan mencatat contoh masa lalu seperti jalur perakitan yang mengubah manufaktur, kereta api dan mobil yang mempersingkat perjalanan, serta internet yang mengubah akses informasi. Alat AI terbaru—seperti model maju yang dapat menulis kode, menganalisis data, dan melakukan beberapa tugas sekaligus lewat kerja sama agen—menambah urgensi diskusi tentang pekerjaan, regulasi, dan dampak sosial. Wawancara dengan dua sejarawan digabungkan dan disunting untuk kejelasan, dan tulisan ini pertama kali muncul di Futurity.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi yang meniru kemampuan berpikir manusia
- sejarawan — orang yang mempelajari dan menulis sejarah
- menelaah — memeriksa atau mengkaji dengan cermat
- kecemasan — perasaan khawatir atau takut tentang masa depan
- pengusaha — orang yang memulai atau menjalankan bisnis
- unggahan — konten yang diunggah ke internet atau media sosial
- memicu — menyebabkan sesuatu terjadi atau bertambah
- regulasi — aturan atau kebijakan yang mengatur kegiatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pengalaman perubahan teknologi dahulu bisa membantu orang memahami kekhawatiran tentang AI sekarang?
- Apakah menurutmu regulasi penting untuk teknologi baru seperti AI? Jelaskan alasanmu singkat.
- Jika alat AI bisa menggantikan beberapa tugas, pekerjaan atau tugas apa di lingkunganmu yang mungkin berubah?
Artikel terkait
Cerita Queer di Nigeria: Risiko dan Ketiadaan Data
Kisah queer di Nigeria menghadapi risiko hukum dan sosial, dan banyak karya tidak masuk arsip digital. Akibatnya, sistem kecerdasan buatan belajar dari data yang tidak lengkap; dokumentasi dan akses diperlukan untuk melindungi narasi ini.
AI Baru untuk Mendeteksi dan Memantau Tuberkulosis
Para peneliti menampilkan beberapa alat kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan memantau TB pada Union World Conference on Lung Health di Kopenhagen (18-21 November). Alat ini menjanjikan akses lebih cepat dan murah, tetapi butuh validasi lebih lanjut.