Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis PerempuanCEFR A1
15 Nov 2025
Diadaptasi dari Irma Garnesia, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Alexa Serafin, Unsplash
- Kekerasan digital semakin terlihat dalam lima tahun terakhir.
- Korban adalah jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia.
- Serangan online termasuk doxing, foto yang diedit, dan peretasan akun.
- Bunga (nama samaran) menjadi sasaran doxing dan foto diedit.
- Magdalene mendapat serangan DDoS pada Mei 2020.
- Banyak korban melapor mendapat sedikit perlindungan dari lembaga.
- Perusahaan teknologi sering menghindari tanggung jawab mereka.
- Kelompok seperti SAFEnet dan KOMPAKS mendesak perubahan.
Kata-kata sulit
- jurnalis — Orang yang menulis berita dan laporan.jurnalis mengalami
- serangan — Tindakan menyerang atau menghina seseorang.serangan ini
- mengalami — Merasa atau menjalani suatu keadaan.
- kekerasan — Tindakan kasar yang dapat menyakiti.
- melindungi — Memberikan perlindungan atau keselamatan.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurutmu, apa penyebab serangan digital terhadap jurnalis?
- Bagaimana cara melindungi jurnalis dari serangan ini?
- Apa dampak dari pelecehan terhadap jurnalis perempuan?
Artikel terkait
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.
Kecerdasan Buatan Generatif Mengubah Pengalaman Perjalanan
Profesor bisnis menjelaskan bahwa kecerdasan buatan generatif dapat membaca suasana hati pelancong dan menyesuaikan saran perjalanan secara real time. Teknologi ini bekerja sebelum, selama, dan setelah perjalanan, namun menimbulkan kekhawatiran privasi dan etika.
Kelelahan Pengaruhi Keandalan Pernyataan di Pengadilan AS
Penelitian dari Iowa State University menunjukkan orang yang sangat lelah sering memberi pernyataan kurang akurat. Kelelahan mengubah memori, penilaian, dan membuat pengakuan palsu lebih mungkin; penulis mengusulkan tolok ukur dan prosedur untuk pengadilan.