Kecerdasan Buatan Generatif Mengubah DisinformasiCEFR A1
14 Nov 2025
Diadaptasi dari Metamorphosis Foundation, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Hartono Creative Studio, Unsplash
- Laura Jasper dari HCSS bicara tentang kecerdasan buatan generatif.
- Wawancara dipublikasikan 12 November 2025 oleh Antidisinfo.net.
- Kecerdasan buatan mempercepat penyebaran disinformasi di sini.
- Pesan menjadi lebih pribadi untuk banyak orang.
- Pesan menyebar cepat di platform komersial.
- Sulit mengetahui siapa pelakunya karena perantara sering dipakai.
- Analis harus memberi tingkat keyakinan kepada publik.
- Perubahan diukur dengan melihat perilaku nyata.
- Respons harus datang dari komunitas, bukan hanya pemerintah.
- Wawancara juga diterbitkan ulang oleh Global Voices.
Kata-kata sulit
- disinformasi — Informasi yang salah dan menyesatkan.
- pesan — Informasi yang dikirim atau diterima.
- penting — Sangat dibutuhkan atau berarti.
- ai — Teknologi yang meniru kemampuan manusia.
- sulit — Tidak mudah dilakukan atau dipahami.
- pemeriksaan — Proses memeriksa atau memverifikasi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapatmu tentang kepercayaan dalam informasi?
- Bagaimana cara kamu mengenali disinformasi?
- Mengapa penting untuk memeriksa fakta?
Artikel terkait
AI Baru Mempercepat Kekerasan Daring terhadap Perempuan di Nigeria
Kekerasan berbasis gender daring di Nigeria meningkat setelah munculnya alat AI generatif di media sosial. Laporan dan peneliti menemukan pelecehan lebih mudah dibuat, dibagikan, dan menargetkan perempuan kulit hitam Nigeria secara khusus.
Kampanye Pemilu Bangladesh Beralih ke Media Sosial
Pemilu Parlemen Bangladesh pada 12 Februari 2026 menunjukkan pergeseran kampanye dari jalanan ke platform digital. Media sosial jadi pusat pesan politik, sementara otoritas dan platform mencoba mengatur dan menangani misinformasi serta konten buatan AI.
Web3 dan kendali data bagi petani
Forum ICTforAg (9-10 Maret) membahas bagaimana teknologi informasi dan Web3 bisa memberi petani lebih banyak kendali atas data mereka. Digital Green dan alat seperti FarmStack ditonjolkan, serta layanan video yang menjangkau petani di beberapa negara.