Penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah membandingkan sikap zero-sum antara kelompok usia yang berbeda. Tim peneliti memakai data World Values Survey lalu menguji pola itu lewat empat eksperimen dengan hampir 2.500 peserta. Peserta dikelompokkan menurut usia muda dan usia tua.
Dalam eksperimen mereka menjawab pernyataan umum dan menilai skenario konkret di tempat kerja tentang pembagian imbalan. Hasilnya konsisten: orang dewasa yang lebih tua cenderung lebih jarang melihat situasi sebagai menang-kalah, sementara peserta muda lebih sering memandangnya sebagai zero-sum.
Para penulis memperingatkan bahaya memperlakukan situasi yang tidak bersaing seolah kompetitif. Mereka juga menemukan pengalaman dan pelatihan negosiasi dapat mendorong pandangan yang lebih kooperatif.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan sistematis untuk mencari dan memeriksa fakta
- eksperimen — percobaan terkontrol untuk menguji hipotesis
- skenario — deskripsi singkat tentang situasi yang mungkin terjadi
- konsisten — selalu menunjukkan hasil atau pola yang sama
- cenderung — memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu
- pengalaman — apa yang sudah dialami seseorang sebelumnya
- pelatihan — proses belajar untuk meningkatkan keterampilan tertentu
- kooperatif — bersedia bekerja sama dengan orang lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju bahwa orang muda lebih sering melihat situasi sebagai menang-kalah? Jelaskan alasan singkat Anda.
- Bagaimana pengalaman dan pelatihan negosiasi bisa diterapkan di tempat kerja Anda untuk meningkatkan kerja sama antar usia?
- Ceritakan sebuah contoh ketika Anda melihat situasi yang dianggap menang-kalah. Apa yang bisa mengubah pandangan itu menjadi lebih kooperatif?
Artikel terkait
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.