- Sebuah studi baru menemukan kekhawatiran luas tentang demokrasi AS.
- Penelitian dipimpin SNF Agora Institute di Johns Hopkins University.
- Survei nasional melibatkan 4.500 orang Amerika.
- Penelitian juga memakai jajak pendapat dan kelompok fokus.
- Ada tiga kelompok berbeda dalam Partai Republik.
- Kelompok pertama mendukung kewenangan presiden yang luas.
- Kelompok kedua mengutamakan Konstitusi dan pemeriksaan kekuasaan.
- Kelompok ketiga kurang terlibat dan ragu tentang kekuasaan.
- 84% warga mengatakan demokrasi sedang dalam krisis.
- Sepertiga orang percaya pemilihan federal tidak bebas dan adil.
Kata-kata sulit
- demokrasi — Sistem pemerintahan di mana rakyat berkuasa.
- pandangan — Cara melihat atau berpikir tentang sesuatu.
- kekuasaan — Kemampuan untuk mengendalikan atau memimpin.
- batasan — Ketentuan untuk membatasi sesuatu.
- kepercayaan — Rasa yakin terhadap seseorang atau sesuatu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapatmu tentang demokrasi di negaraku?
- Mengapa orang merasa pemimpin tidak peduli?
- Apa pentingnya batasan kekuasaan presiden?
- Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah?
Artikel terkait
Farzana Sithi dan Perjuangan Perempuan setelah Juli–Agustus 2024
Farzana Sithi, aktivis dari Jessore, menjadi suara terkenal untuk hak perempuan setelah pemberontakan Juli–Agustus 2024. Ia melaporkan kekerasan, pelecehan daring, dan kegagalan pemerintah dalam menangani korban dan kuota perempuan.
Perubahan politik di Bangladesh setelah pemberontakan July 2024
Pemberontakan pelajar pada July 2024 menggulingkan Sheikh Hasina pada August 5, 2024. Pemerintahan sementara Muhammad Yunus melarang Awami League pada May 2025, dan mantan menteri Asaduzzaman Khan Kamal dihukum mati oleh ICT pada November 17, 2025.
Protes di Madagascar Menyusul Pemadaman Listrik dan Krisis Air
Pemadaman listrik dan pemotongan air di seluruh Madagascar memicu protes Generasi Z pada akhir September 2025. Unjuk rasa berlangsung di Antananarivo, berujung bentrokan, penjarahan, korban jiwa, dan pemberhentian menteri energi.