Tulisan Seorang Jurnalis Afghanistan Menjangkau Pembaca di TiongkokCEFR A2
28 Mar 2026
Diadaptasi dari Lina Ma, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Kuzzat Altay, Unsplash
Khadija Haidary adalah jurnalis Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban. Tulisan-tulisannya yang dikirim lewat email diterjemahkan dan diterbitkan pada Oktober 2024 di sebuah akun WeChat bernama "Haidary on Positive Links."
Dalam tulisannya Haidary menjelaskan bagaimana perempuan kehilangan hak antara 2021 dan 2024, misalnya dilarang bekerja dan dilarang sekolah. Seorang jurnalis Tiongkok menghubunginya pada September 2024, dan pada awal Oktober 2024 Haidary serta keluarganya sudah berada di Pakistan. Nanti sebuah penerbit Tiongkok menawarkan kontrak, dan buku itu terbit pada Agustus 2025.
Kata-kata sulit
- melarikan diri — pergi cepat untuk menyelamatkan diri dari bahaya
- menerjemahkan — mengubah teks dari satu bahasa ke bahasa lainditerjemahkan
- menerbitkan — mengeluarkan tulisan atau buku untuk umumditerbitkan
- melarang — mengatakan sesuatu tidak boleh dilakukandilarang
- hak — kebebasan atau izin yang dimiliki seseorang
- penerbit — perusahaan atau orang yang menerbitkan buku
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu menerjemahkan tulisan penting untuk pembaca lain?
- Bagaimana perasaanmu jika seseorang dilarang bekerja atau sekolah?
- Apa yang mungkin dilakukan seorang jurnalis setelah mendapat tawaran kontrak penerbit?
Artikel terkait
Mahasiswa Maroko Memilih China karena Tekanan Ekonomi
Banyak mahasiswa Maroko pergi belajar ke China karena kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri. Pengangguran tinggi, gaji rendah, peran media sosial dan agen pendidikan mendorong tren ini, sementara masalah visa dan praktik agen tetap mengkhawatirkan.
WISE dan Perjuangan Perempuan Nigeria untuk Keadilan Iklim
WISE dari Nigeria terus memengaruhi debat keadilan iklim meski tidak hadir di COP30. Organisasi ini bekerja dengan perempuan akar rumput, mengorganisir aksi, diskusi tentang banjir, dan memberi rekomendasi untuk kebijakan dan ketahanan.