LingVo.club
Level
Kasus Temirlan Yensebek menguji kebebasan pers di Kazakhstan — Level A2 — a city skyline with a lot of tall buildings

Kasus Temirlan Yensebek menguji kebebasan pers di KazakhstanCEFR A2

7 Mei 2025

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
68 kata

Temirlan Yensebek, 29 tahun, mengelola akun satire Qaznews24 yang memiliki 75.000 pengikut. Ia ditangkap pada 17 Januari 2025 dan didakwa berdasarkan Pasal 174 karena dituduh menghasut perselisihan antaretnis.

Persidangan berlangsung selama tiga hari di Almaty. Terdakwa tidak diizinkan hadir. Pada 11 April hakim menjatuhkan hukuman lima tahun "kebebasan terbatas" dan melarangnya bekerja sebagai jurnalis serta terlibat dalam kegiatan publik. Selama proses, livestream dan akses publik ke sidang dilarang.

Kata-kata sulit

  • mengelolamengurus dan menjalankan sebuah akun
  • satirejenis tulisan atau gambar yang mengolok-olok
  • pengikutorang yang mengikuti akun atau orang lain
  • mendakwadianggap melakukan kejahatan oleh pihak hukum
    didakwa
  • persidanganproses pemeriksaan perkara di pengadilan
  • kebebasan terbatashukuman dengan pembatasan beberapa kebebasan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apa pendapat Anda tentang larangan bekerja sebagai jurnalis setelah hukuman?
  • Mengapa menurut Anda persidangan kadang tidak mengizinkan terdakwa hadir atau publik hadir?
  • Apakah menurut Anda sidang sebaiknya disiarkan livestream untuk publik? Mengapa?

Artikel terkait

TikTok dan Politik Klan di Somalia — Level A2
23 Okt 2025

TikTok dan Politik Klan di Somalia

Penelitian menemukan TikTok memperkuat klanisme dan memicu polarisasi di Somalia. Aplikasi ini memudahkan mobilisasi, donasi digital, dan penyebaran konten emosional yang terkadang mendukung konflik, meski ada juga usaha promosi perdamaian.

Gambar seksual di ruang publik Jepang — Level A2
29 Des 2025

Gambar seksual di ruang publik Jepang

Gambar berunsur seksual sering terlihat di ruang publik Jepang dan memicu kekhawatiran tentang pengaruh pada anak-anak dan peran gender. Perdebatan, petisi, dan keputusan toko serba ada menyorot tuntutan untuk pendidikan seks yang lebih baik.