LingVo.club
Level
Tomorrow Club dan Suara Penulis Muda Asia — Level B1 — woman in blue long sleeve shirt wearing black framed eyeglasses

Tomorrow Club dan Suara Penulis Muda AsiaCEFR B1

26 Des 2025

Diadaptasi dari Mong Palatino, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh cal gao, Unsplash

Level B1 – Menengah
3 mnt
132 kata

Tomorrow Club PEN International dibentuk untuk menghubungkan penulis muda dengan mentor dan komunitas kesusastraan. Proyek ini bertujuan mendorong solidaritas dan memberi kaum muda panggung untuk berbagi kisah pribadi serta politik melintasi batas negara. Organisasi tetap relevan karena suara muda sering kurang didengar.

Fokus Asia terbaru menampilkan 30 suara muda di bawah 35 tahun dari 20 negara. Menurut pernyataan anggota dewan PEN, pemilihan itu memungkinkan orang mendengar tetangga dan menemukan perspektif berbeda, dan seorang editor regional mengatakan sensor di banyak bagian Asia membatasi kebebasan berbicara dan membaca.

Kisah-kisah itu mencakup tulisan dari tahanan politik, aktivis yang harus menyembunyikan identitas, dan kelompok yang kehilangan kewarganegaraan. Ada juga narasi tentang pelarian setelah kudeta 2021 dan adaptasi cerita menjadi film pendek. PEN menyerukan lebih banyak dukungan media dan lembaga untuk mendanai platform dan program pendampingan.

Kata-kata sulit

  • mentororang yang memberi bimbingan dan nasihat
  • solidaritasdukungan bersama antar anggota kelompok
  • kesusastraankarya tulis yang dianggap memiliki nilai sastra
  • sensorpengawasan atau larangan terhadap isi publik
  • tahanan politikorang dipenjara karena pandangan politiknya
  • kewarganegaraanstatus resmi sebagai anggota suatu negara

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana menurut Anda mentor dan komunitas dapat membantu penulis muda di negara Anda?
  • Dari siapa sebaiknya datang dukungan untuk mendanai platform dan program pendampingan seperti ini?
  • Sensor membatasi kebebasan berbicara dan membaca menurut teks. Apa akibatnya bagi pembaca dan penulis?

Artikel terkait