LingVo.club
Level
Hai Anis: film tentang grooming online di Malaysia — Level B2 — man in yellow polo shirt sitting on black office rolling chair

Hai Anis: film tentang grooming online di MalaysiaCEFR B2

10 Sep 2025

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
298 kata

Hai Anis adalah film oleh Azura Nasron yang menyorot grooming online dan kegagalan institusi di Malaysia. Film ini dan wawancara dengan Nasron pertama kali dipublikasikan oleh EngageMedia dan kemudian dipublikasikan ulang melalui Global Voices. Nasron mengatakan film itu merupakan respons langsung terhadap kasus-kasus di mana remaja menjadi korban grooming dan tidak mendapat perlindungan memadai dari sekolah, keluarga, atau rumah sakit.

Menurut Nasron, grooming sering bermula dari perhatian kecil dan sikap yang tampak peduli sehingga ancaman tidak tampak bagi kaum muda. Ia menekankan bahwa penampakan awal hubungan bisa disalahtafsirkan sebagai kepercayaan atau kasih sayang. Dalam membuat film, Nasron memilih nada yang tidak menggurui dan berusaha memahami bahasa serta humor Generasi Alpha agar pesan terasa relevan, bukan seperti ceramah. Naskah menyeimbangkan materi sulit dengan momen realistis agar penonton muda dapat mengenali risiko tanpa merasa dihakimi.

Nasron mengajukan prioritas perubahan yang jelas: ia meminta orang tua berhenti menyalahkan anak dan fokus pada pertanggungjawaban pelaku; ia berpendapat bahwa keamanan digital dan persetujuan harus diajarkan sebagai mata pelajaran inti di sekolah; dan ia menuntut undang-undang yang ditegakkan serta diarahkan pada pencegahan dan hukuman. Ia juga mengaitkan tantangan ini dengan meningkatnya konservatisme dan sikap patriarkal, yang membuat perlindungan perempuan dan anak menjadi lebih sulit dan memerlukan perubahan pola pikir serta koordinasi kebijakan dan sumber daya.

Film sudah digunakan sebagai alat pendidikan. Nasron bekerja sama dengan Monster’s Among Us (MAU) dalam program My Body My Rules – Comprehensive Sexual Education untuk menjangkau tiga komunitas di Klang Valley dan melibatkan 24 siswa berusia 13–17. Pemutaran publik pada 8 Maret 2025 di Gerakbudaya untuk International Women’s Day menarik aktivis, siswa, dan pendidik; hadirin merespon dengan kemarahan, empati, dan seruan untuk bertindak. Nasron menyatakan bahwa film dapat memicu percakapan, tetapi perubahan yang bertahan memerlukan fasilitator terlatih, sumber daya, dan implementasi hukum serta pendidikan yang lebih kuat.

Kata-kata sulit

  • groomingtindakan memanipulasi anak lewat internet
    grooming online
  • institusiorganisasi resmi seperti sekolah atau rumah sakit
  • perlindunganusaha menjaga keselamatan dan hak seseorang
  • memadaicukup baik atau sesuai kebutuhan
  • penampakancara sesuatu terlihat pada awal hubungan
  • mengguruimemberi ceramah seperti merasa lebih tahu
  • pertanggungjawabantanggung jawab atas tindakan seseorang
  • keamanan digitalperlindungan terhadap risiko di dunia maya
  • persetujuanizin yang diberikan sebelum melakukan tindakan
  • patriarkalsistem sosial yang menempatkan pria dominan

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana film seperti ini bisa membantu sekolah dan keluarga meningkatkan perlindungan remaja? Berikan alasan dan contoh.
  • Apa tantangan utama dalam menjadikan keamanan digital dan persetujuan sebagai mata pelajaran inti di sekolah?
  • Menurut Anda, bagaimana konservatisme dan sikap patriarkal mempengaruhi upaya perlindungan perempuan dan anak di masyarakat?

Artikel terkait