LingVo.club
Level
Hai Anis: film tentang grooming online di Malaysia — Level A2 — man in yellow polo shirt sitting on black office rolling chair

Hai Anis: film tentang grooming online di MalaysiaCEFR A2

10 Sep 2025

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
112 kata

Hai Anis adalah film oleh Azura Nasron tentang grooming online di Malaysia. Film dan wawancara Nasron pertama dipublikasikan oleh EngageMedia dan kemudian dipublikasikan ulang oleh Global Voices. Nasron membuat film sebagai respons terhadap kasus-kasus di mana remaja menjadi korban dan institusi yang seharusnya menjaga mereka gagal.

Nasron menjelaskan bahwa grooming sering dimulai dengan perhatian kecil yang tampak baik, sehingga bahaya tidak segera terlihat. Ia meminta orang tua berhenti menyalahkan anak dan fokus pada pelaku. Nasron juga menuntut agar sekolah mengajarkan keamanan digital dan persetujuan, dan pembuat kebijakan menegakkan undang-undang. Film sudah digunakan dalam program My Body My Rules bersama Monster’s Among Us dan ditayangkan untuk beberapa komunitas di Klang Valley.

Kata-kata sulit

  • groomingproses manipulasi terhadap anak-anak.
  • anakseorang individu yang masih muda.
    anak-anak
  • filmkarya visual yang menceritakan cerita.
    film ini
  • amankeadaan merasa tidak terancam atau terlindungi.
  • nasronnama belakang seseorang.
  • tujuanhasil yang ingin dicapai.
  • dialogpertukaran pendapat atau percakapan.

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa penting untuk mengajarkan anak-anak tentang keselamatan digital?
  • Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk melindungi anak-anak mereka?
  • Bagaimana film dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang grooming online?

Artikel terkait

Banjir dan Longsor di Huai Hin Lad Nai — Level A2
5 Nov 2025

Banjir dan Longsor di Huai Hin Lad Nai

Huai Hin Lad Nai, desa Masyarakat Adat Karen di Chiang Rai, mengalami banjir dan longsor pada September 2024. Penelitian Februari 2025 menyebut iklim dan penebangan masa lalu sebagai faktor, sementara komunitas ingin gabungkan pengetahuan adat dan sains.