Pada 31 Juli 2025 pasukan Israel meratakan unit multiplikasi benih milik Union of Agricultural Work Committees (UAWC) di Hebron. Unit itu, dibangun sejak 2010, adalah satu‑satunya bank benih di West Bank dan menyimpan lebih dari 70 varietas benih leluhur lokal; menurut Fouad Abu Saif banyak varietas tersebut tidak lagi ada di bagian lain Palestina. UAWC menyatakan kehancuran berlangsung cepat dan tanpa pemberitahuan, dengan buldozer dan alat berat yang menghancurkan peralatan, bahan perbanyakan, dan infrastruktur sehingga tinggal puing.
Unit yang hancur berfungsi sebagai arsip hidup pengetahuan pertanian dan warisan budaya dari benih yang disimpan selama beberapa generasi. Aktivis dan ahli menekankan bahwa bank benih bukan sekadar tempat penyimpanan netral: ia memuat keanekaragaman hayati, memori, dan pengetahuan komunitas. Vivien Sansour dari Palestine Heirloom Seed Library menggambarkan penyimpanan benih sebagai bentuk perlawanan politik dan mengatakan benih adalah "peta" yang menunjukkan identitas komunitas.
Artikel menempatkan peristiwa Hebron dalam konteks lebih luas: kebijakan yang merusak lahan, pembatasan akses ke ladang, dan serangan terhadap bank benih lainnya seperti Baladi di Al‑Qarara, Gaza, yang merusak gandum, bayam, dan jelai pribumi serta menggusur keluarga petani. Disebut pula preseden historis—penghancuran bank benih nasional Irak pada 2003, perubahan undang‑undang 2004 yang membatasi hak petani, hingga pada 2005 Irak hanya mampu memproduksi 4 persen kebutuhan benihnya sendiri; beberapa ilmuwan memindahkan koleksi ke ICARDA di Aleppo dan kemudian koleksi Suriah dievakuasi ke Svalbard, Lebanon, dan Morocco.
Kelompok internasional seperti La Via Campesina, Friends of the Earth International, dan Irish Green Party mengutuk peristiwa Hebron; Irish Green Party menyebutnya "the final piece of the genocide jigsaw" dan mendesak penyelidikan oleh ICJ. Artikel mencatat bahwa hukum internasional mengakui kerusakan semacam itu sebagai potensi kejahatan perang dan bahwa ICJ menyatakan genosida yang sedang berlangsung mungkin saja. Namun sedikit pemerintahan atau lembaga yang merespons dengan tegas, sehingga perataan unit tersebut dipandang memutus hubungan antar generasi, tanah, cerita, dan kedaulatan pangan.
Kata-kata sulit
- bank benih — tempat menyimpan biji tanaman untuk pelestarian
- leluhur — asal usul yang diwariskan turun temurun
- keanekaragaman hayati — variasi makhluk hidup di suatu lingkungan
- perlawanan — tindakan menolak atau melawan sesuatu
- kedaulatan pangan — kemampuan suatu komunitas mengatur pangan sendiri
- kehancuran — kerusakan berat yang menyebabkan hilangnya fungsi
- penyelidikan — pemeriksaan resmi untuk mencari fakta
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perusakan bank benih dapat mempengaruhi identitas dan memori komunitas lokal?
- Langkah apa yang bisa dilakukan komunitas atau lembaga internasional untuk melindungi bank benih dan kedaulatan pangan?
- Bandingkan peristiwa di Hebron dengan penghancuran bank benih nasional Irak pada 2003 yang disebutkan artikel. Pelajaran apa yang bisa diambil?
Artikel terkait
Perubahan Iklim Mengancam Ekspor Pisang Amerika Latin
Perubahan iklim mengurangi kesesuaian lahan pisang ekspor di Amerika Latin dan Karibia. Studi memperingatkan penurunan luas produksi jika tidak ada intervensi, sedangkan petani dan negara mencoba langkah adaptasi dan pemantauan baru.