Di sekitar Danau Tana, eceng gondok menyebar luas dan mengganggu kehidupan nelayan. Di satu desa penduduk merasa mencabut tanaman dengan tangan tidak cukup karena eceng gondok cepat tumbuh kembali.
Peneliti dan warga mencoba membuat biogas dari eceng gondok dan kotoran ternak. Bahan itu dimasukkan ke digester dan selama beberapa minggu menjadi gas untuk memasak dan penerangan. Sisa proses berupa lumpur hayati dipakai sebagai pupuk. Warga awalnya ragu, namun mereka mulai melihat manfaat seperti lebih sedikit penggunaan kayu dan asap, serta waktu memasak yang lebih singkat.
Kata-kata sulit
- eceng gondok — tanaman air liar yang mengapung di danau
- menyebar — bergerak atau tumbuh ke area yang lebih luas
- mencabut — mengambil atau menarik sesuatu dari tanah
- biogas — gas yang dibuat dari bahan organik untuk energi
- digester — wadah tertutup untuk mengubah bahan jadi gas
- lumpur hayati — sisa cairan dari proses biogas berguna sebagai pupuk
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu membuat biogas dari tanaman seperti eceng gondok ide yang baik? Mengapa?
- Sebutkan dua manfaat yang warga lihat setelah mulai memakai biogas.
- Apakah kamu atau orang di sekitarmu pernah memakai pupuk organik? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Karnaval di Rio Tingkatkan Mikroplastik dari Glitter
Studi di Pantai Flamengo, Rio de Janeiro, menemukan bahwa glitter dan plastik kecil meningkat selama Karnaval. Penelitian 2024 menunjukkan sebagian besar mikroplastik di pasir berasal dari fragmen plastik seperti glitter dan partikel tetap tinggi setelah acara.