Di sekitar Danau Tana, eceng gondok menyebar luas dan mengganggu kehidupan nelayan. Di satu desa penduduk merasa mencabut tanaman dengan tangan tidak cukup karena eceng gondok cepat tumbuh kembali.
Peneliti dan warga mencoba membuat biogas dari eceng gondok dan kotoran ternak. Bahan itu dimasukkan ke digester dan selama beberapa minggu menjadi gas untuk memasak dan penerangan. Sisa proses berupa lumpur hayati dipakai sebagai pupuk. Warga awalnya ragu, namun mereka mulai melihat manfaat seperti lebih sedikit penggunaan kayu dan asap, serta waktu memasak yang lebih singkat.
Kata-kata sulit
- eceng gondok — tanaman air liar yang mengapung di danau
- menyebar — bergerak atau tumbuh ke area yang lebih luas
- mencabut — mengambil atau menarik sesuatu dari tanah
- biogas — gas yang dibuat dari bahan organik untuk energi
- digester — wadah tertutup untuk mengubah bahan jadi gas
- lumpur hayati — sisa cairan dari proses biogas berguna sebagai pupuk
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu membuat biogas dari tanaman seperti eceng gondok ide yang baik? Mengapa?
- Sebutkan dua manfaat yang warga lihat setelah mulai memakai biogas.
- Apakah kamu atau orang di sekitarmu pernah memakai pupuk organik? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Resistensi antibiotik terkait pertanian di Uganda
Di Uganda, penggunaan antibiotik di peternakan unggas meningkat dan mendorong resistensi antimikroba. Kendala layanan veteriner, biaya tinggi, dan praktik pemberian obat tanpa pengawasan menjadi penyebab utama dan memicu kekhawatiran kesehatan.
Dua Sistem Terinspirasi Alam untuk Menjaga Panel Surya dari Debu
Peneliti Mesir mengembangkan dua sistem terinspirasi alam untuk membersihkan debu gurun dari panel surya. Satu sistem pakai getaran listrik dan lapisan nano, dan satu lagi digerakkan angin; uji lapang menunjukkan pengurangan kehilangan output.
Investasi Tiongkok dan Ancaman pada Hutan Cekungan Kongo
Hutan Cekungan Kongo dan masyarakat adat menghadapi tekanan dari aktivitas investasi dan penebangan. Organisasi lokal dan peneliti mengatakan kegiatan itu mempercepat hilangnya hutan dan mengancam mata pencaharian serta pengetahuan tradisional.
Web3 dan kendali data bagi petani
Forum ICTforAg (9-10 Maret) membahas bagaimana teknologi informasi dan Web3 bisa memberi petani lebih banyak kendali atas data mereka. Digital Green dan alat seperti FarmStack ditonjolkan, serta layanan video yang menjangkau petani di beberapa negara.