Di sekitar Danau Tana, eceng gondok menyebar luas dan mengganggu kehidupan nelayan. Di satu desa penduduk merasa mencabut tanaman dengan tangan tidak cukup karena eceng gondok cepat tumbuh kembali.
Peneliti dan warga mencoba membuat biogas dari eceng gondok dan kotoran ternak. Bahan itu dimasukkan ke digester dan selama beberapa minggu menjadi gas untuk memasak dan penerangan. Sisa proses berupa lumpur hayati dipakai sebagai pupuk. Warga awalnya ragu, namun mereka mulai melihat manfaat seperti lebih sedikit penggunaan kayu dan asap, serta waktu memasak yang lebih singkat.
Kata-kata sulit
- eceng gondok — tanaman air liar yang mengapung di danau
- menyebar — bergerak atau tumbuh ke area yang lebih luas
- mencabut — mengambil atau menarik sesuatu dari tanah
- biogas — gas yang dibuat dari bahan organik untuk energi
- digester — wadah tertutup untuk mengubah bahan jadi gas
- lumpur hayati — sisa cairan dari proses biogas berguna sebagai pupuk
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu membuat biogas dari tanaman seperti eceng gondok ide yang baik? Mengapa?
- Sebutkan dua manfaat yang warga lihat setelah mulai memakai biogas.
- Apakah kamu atau orang di sekitarmu pernah memakai pupuk organik? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Kecerdasan Buatan Mengubah Lahan di Brasil
Penelitian menunjukkan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan alat digital mengubah penggunaan lahan di Brasil. Model pertanian terdigitalisasi menggusur komunitas dan menggantikan pengetahuan tradisional; peneliti menuntut tata kelola AI yang transparan dan perlindungan wilayah sosial.
Filter Rokok Melepaskan Mikroplastik ke Air
Peneliti menemukan bahwa puntung rokok melepaskan banyak mikroserat plastik ke air, baik segera maupun dalam beberapa hari. Mereka memperkirakan jumlah besar masuk ke perairan New York dan menyarankan tempat sampah serta saringan untuk mengurangi pelepasan.
Afrika butuh surveilans One Health yang terintegrasi
Para ahli mengatakan Afrika memerlukan surveilans terintegrasi untuk manusia, hewan, dan lingkungan karena data terfragmentasi memperlambat deteksi wabah. Studi One Health yang dipimpin CABI mengusulkan investasi, pelatihan, dan kerja sama lintas sektor.