Selama bertahun-tahun nelayan di Danau Tana menghadapi penyebaran eceng gondok yang menghalangi perahu, merusak jaring, dan mendorong ikan menjauh dari lokasi penangkapan tradisional. Di desa setempat, usaha mencabut eceng gondok dengan tangan dianggap melelahkan dan sulit mengendalikan tumbuhannya.
Untuk mengatasi masalah itu, peneliti dan masyarakat menguji solusi biogas yang mengubah eceng gondok menjadi energi rumah tangga. Proyek dipimpin oleh seorang asisten profesor dari universitas setempat. Mereka mencampur eceng gondok dan kotoran ternak dalam reaktor biogas; melalui pencernaan tanpa oksigen (anaerob) bahan itu menghasilkan biogas—utama metana dan karbon dioksida—dan lumpur hayati yang menjadi pupuk.
Satu relawan nelayan melaporkan penggunaan gas untuk memasak dan penerangan serta peningkatan hasil di lahan setelah memakai lumpur hayati. Para ahli menilai ide ini dapat mengurangi kerusakan lingkungan dan memberi mata pencaharian, tetapi perlu dukungan kebijakan dan dana untuk diperluas.
Kata-kata sulit
- eceng gondok — tanaman air yang tumbuh cepat di danau
- biogas — gas untuk energi yang dibuat dari bahan organik
- anaerob — keadaan atau proses yang terjadi tanpa oksigen
- reaktor biogas — wadah atau alat untuk menghasilkan gas dari bahan
- lumpur hayati — sisa basah dari proses biogas yang jadi pupuk
- kotoran ternak — limbah dari hewan yang dipakai jadi bahan
- kebijakan — aturan atau keputusan yang dibuat oleh pemerintah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda ide mengubah eceng gondok jadi biogas cocok diterapkan di daerah lain? Jelaskan alasan singkat.
- Sebutkan dua tantangan yang mungkin muncul jika proyek biogas ini ingin diperluas ke banyak desa.
- Bagaimana penggunaan lumpur hayati sebagai pupuk bisa mempengaruhi hasil pertanian lokal?
Artikel terkait
WISE dan Perjuangan Perempuan Nigeria untuk Keadilan Iklim
WISE dari Nigeria terus memengaruhi debat keadilan iklim meski tidak hadir di COP30. Organisasi ini bekerja dengan perempuan akar rumput, mengorganisir aksi, diskusi tentang banjir, dan memberi rekomendasi untuk kebijakan dan ketahanan.
AI memperkuat prakiraan monsun dan membantu petani India
Alat AI seperti NeuralGCM meningkatkan prakiraan monsun di India. Pada musim panas ini, 38 million farmers menerima prakiraan empat minggu sebelum monsun, dan proyek ini akan diperluas ke banyak negara untuk membantu petani merencanakan tanam.