Peningkatan penggunaan baterai lithium-ion mendorong kebutuhan metode daur ulang yang lebih baik. Metode tradisional sering memakai asam kuat, membutuhkan banyak energi, dan menghasilkan air limbah. Tim dari Rice University melaporkan proses baru dua langkah bernama FJH-ClO di jurnal Advanced Materials.
Pada langkah pertama, bahan baterai dipanaskan singkat dalam keberadaan gas klorin untuk memecah ikatan yang menahan lithium dan logam lain. Pada langkah kedua, bahan dipanaskan singkat dalam udara sehingga sebagian besar logam berubah menjadi oksida yang lebih mudah dipisahkan. Karena lithium tidak mudah membentuk oksida, ia tetap sebagai klorida dan dapat dihilangkan dengan air.
Uji awal menunjukkan metode ini dapat memulihkan hampir semua bahan bernilai dengan kemurnian tinggi, termasuk lithium, kobalt, dan grafit. Analisis awal juga menunjukkan kebutuhan energi lebih rendah, penggunaan bahan kimia jauh berkurang, dan biaya yang lebih rendah. Metode ini telah dibuktikan di skala laboratorium dan akan dikembangkan melalui Flash Metals USA.
Kata-kata sulit
- metode — Cara atau teknik untuk melakukan sesuatu.metode tradisional, metode baru
- inovatif — Baru dan kreatif dalam ide atau cara.
- energi — Kemampuan untuk melakukan kerja atau aktivitas.konsumsi energi
- bahan kimia — Substansi yang terdiri dari zat kimia.bahan kimia berbahaya
- kemurnian — Kualitas murni atau tidak tercampur.tingkat kemurnian tinggi
- berkelanjutan — Dapat terus berlangsung tanpa merusak.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapat Anda tentang penggunaan metode inovatif dalam daur ulang?
- Bagaimana teknik daur ulang ini dapat mempengaruhi lingkungan?
- Apa saja tantangan yang mungkin dihadapi saat menerapkan metode ini secara besar-besaran?
Artikel terkait
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas
Studi menggunakan data satelit dan model menunjukkan hilangnya hutan di daerah tropis (2001–2020) menaikkan suhu lokal dan terkait sekitar 28,000 kematian panas per tahun. Sekitar 345 juta orang terpapar, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.