📖+10 XP
🎧+10 XP
✅+15 XP
Kerja Sama untuk Memantau Danau Glasial di Hindu Kush-HimalayaCEFR A1
12 Okt 2025
Diadaptasi dari Qian Sun, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Huzaifa Ginwala, Unsplash
Level A1 – PemulaCEFR A1
2 mnt
75 kata
- Wilayah Hindu Kush-Himalaya memiliki banyak gletser.
- Gletser menyimpan air tawar di pegunungan.
- Iklim yang hangat membuat gletser mencair.
- Pencairan gletser membentuk danau glasial baru.
- Jika bendungan alami jebol, terjadi banjir tiba-tiba.
- Banjir itu disebut GLOF atau "tsunami daratan".
- GLOF sudah menyebabkan korban dan kerusakan di India, Pakistan, Nepal, dan China.
- Para ahli ingin data bersama dan peringatan dini untuk menyelamatkan orang.
- Negara kadang menahan data karena kekhawatiran politik.
- Kerja lapangan sulit dan mahal.
Kata-kata sulit
- danau — Badan air yang besar, biasanya di luar.danau sangat
- banjir — Air besar yang menggenangi tanah.
- informasi — Data atau rincian yang akan membantu.informasi tentang
- akses — Cara atau hak untuk memasuki sesuatu.Akses ke
- berbahaya — Situasi yang dapat menyebabkan cedera.sangat berbahaya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan akses informasi?
- Bagaimana pendapatmu tentang kebocoran informasi?
- Apa yang seharusnya dilakukan negara untuk menghindari banjir?
Artikel terkait
28 Nov 2025
WISE dan Perjuangan Perempuan Nigeria untuk Keadilan Iklim
WISE dari Nigeria terus memengaruhi debat keadilan iklim meski tidak hadir di COP30. Organisasi ini bekerja dengan perempuan akar rumput, mengorganisir aksi, diskusi tentang banjir, dan memberi rekomendasi untuk kebijakan dan ketahanan.
5 Des 2025
28 Nov 2025
25 Nov 2025
20 Jan 2026
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.