- Pterosaurus adalah reptil yang bisa terbang.
- Fosil pterosaurus ditemukan dan diperiksa.
- Peneliti melihat bagian otak pada fosil.
- Mereka menemukan kemampuan terbang berkembang cepat.
- Ada kerabat yang tidak bisa terbang.
- Pterosaurus memiliki otak dengan bagian penglihatan besar.
- Beberapa pterosaurus sangat besar dan kuat.
- Penelitian ini memakai teknologi untuk melihat fosil.
Kata-kata sulit
- reptil — hewan berdarah dingin dengan kulit bersisik
- fosil — sisa makhluk hidup yang mengeras
- peneliti — orang yang mempelajari sesuatu secara ilmiah
- kerabat — jenis atau saudara yang berhubungan biologis
- penglihatan — kemampuan untuk melihat dengan mata
- teknologi — alat atau metode modern untuk bekerja
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat fosil?
- Apakah kamu suka hewan yang bisa terbang?
- Apakah kamu ingin bekerja sebagai peneliti?
Artikel terkait
Bagaimana Amazon molly tetap sehat tanpa pejantan
Peneliti University of Missouri menemukan bahwa Amazon molly, ikan yang berkembang biak dengan mengkloning, tetap sehat secara genetik meski sudah hidup lama. Mereka menyimpulkan konversi gen mungkin memperbaiki DNA dan mencegah kerusakan genetik.
Musim Dingin Hangat dan Kuncup Dini pada Tumbuhan di Washington
Desember lalu tercatat sangat hangat di negara bagian Washington, dan musim dingin tetap relatif hangat sehingga banyak tumbuhan menunjukkan kuncup lebih awal. Seorang profesor biologi membahas bagaimana gen tumbuhan memantau perubahan musim, namun tidak ada kesimpulan tegas.
Pemimpin Sains Afrika Mendesak Investasi untuk Inovasi Medis
Para pemimpin sains Afrika menyerukan pembangunan dan pembiayaan inovasi medis di benua itu untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi ketergantungan pada dana internasional yang tidak pasti. Mereka juga merekomendasikan reformasi kebijakan dan investasi nasional untuk riset dan pengembangan.
H5N1 Menyebar pada Burung Nasar Hitam di AS
Peneliti University of Georgia menemukan virus influenza burung H5N1 pada banyak bangkai nasar hitam yang dikumpulkan pada 2022–2023. Studi memperingatkan peredaran sepanjang tahun, risiko mutasi, dan ancaman bagi burung langka seperti condor.
Peradangan Kaitan dengan Pilihan Bersosialisasi di Media Sosial
Studi menemukan orang dengan peradangan lebih tinggi cenderung berinteraksi lewat media sosial daripada bertemu langsung. Penelitian dipimpin oleh David Lee dari University at Buffalo dan dipublikasikan di Scientific Reports.