Penelitian baru menjelaskan bagaimana satu sakelar gen membantu beberapa kupu-kupu meniru spesies lain. Studi ini berfokus pada kupu-kupu swallowtail Papilio alphenor dan menjelaskan mengapa betina punya pola sayap berbeda.
Biasanya banyak gen terlibat dalam perkembangan sayap. Namun penelitian menemukan sebuah gen bernama doublesex yang mengendalikan mimicry. Tim peneliti memakai pengurutan genom dan alat eksperimen seperti CRISPR untuk menguji bagaimana gen ini bekerja.
Mereka menemukan alel baru yang memperoleh beberapa elemen regulasi di dekatnya. Elemen ini bekerja dengan protein doublesex untuk menyalakan gen secara berbeda sehingga menghasilkan pola mimetik pada betina.
Kata-kata sulit
- alel — Versi berbeda dari satu gen pada populasi
- elemen regulasi — Bagian DNA yang mengatur kapan gen aktif atau tidak
- pengurutan — Proses menemukan urutan huruf basa dalam genom
- mimetik — Berhubungan dengan tiruan pola atau penampilan
- sakelar gen — Bagian atau faktor yang mengubah aktivitas sebuah gen
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu meniru spesies lain berguna bagi kupu-kupu betina?
- Apakah kamu pernah melihat kupu-kupu dengan pola menarik? Ceritakan singkat.
- Bagaimana pendapatmu tentang penggunaan alat seperti CRISPR dalam penelitian gen?
Artikel terkait
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.
Pterosaurus Mengembangkan Penerbangan dengan Cepat
Studi baru memakai CT scan untuk melihat rongga otak pterosaurus dan menemukan bahwa kemampuan terbang berkembang pesat sejak asal-usul kelompok itu. Peneliti membandingkan otak pterosaurus dengan kerabat tak terbang dan hewan purba lain.