- Kupu-kupu memiliki sayap dengan pola warna yang berbeda nyata.
- Beberapa betina meniru tampilan kupu-kupu lain untuk keselamatan mereka.
- Meniru membantu mereka agar pemangsa tidak memakannya di alam.
- Perubahan warna sayap dapat muncul dari satu gen tunggal.
- Peneliti mempelajari gen dan pola sayap dengan sangat cermat.
- Mereka memakai teknik gen modern untuk menguji fungsi gen.
- Hanya betina yang menunjukkan pola mimetik baru dan berbeda.
- Temuan ini membantu memahami perubahan warna di alam nyata.
Kata-kata sulit
- meniru — melakukan hal sama seperti yang lain
- pemangsa — hewan yang makan hewan lain
- gen — bagian kecil di tubuh yang menentukan sifat
- betina — hewan atau manusia jenis perempuan
- pola — susunan bentuk atau gambar yang berulang
- mimetik — menyerupai bentuk hewan lain untuk melindungi diri
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat kupu-kupu di alam? Di mana?
- Apakah kamu suka melihat pola warna pada kupu-kupu?
Artikel terkait
Otak dan suara: mengapa anjing laut bisa meniru
Studi yang diterbitkan di Science dan dipimpin oleh Emory University serta New College of Florida menemukan jalur saraf pada otak yang menjelaskan mengapa beberapa anjing laut mampu mengontrol dan meniru suara, sementara anjing liar biasanya tidak.
Tes darah dengan piRNA prediksi kelangsungan hidup lansia
Penelitian menemukan bahwa molekul kecil bernama piRNA dalam darah dapat memprediksi kemungkinan bertahan hidup dua tahun pada orang berusia lanjut. Temuan ini berasal dari analisis sampel darah dan dipublikasikan di jurnal Aging Cell.
Varian Gen Tingkatkan Risiko Gagal Jantung pada Anak dengan Miokarditis
Studi menemukan varian genetik lebih sering pada anak yang mengembangkan kardiomiopati dilatasi setelah miokarditis dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung pemeriksaan genetik dan tindakan klinis pada anak dengan miokarditis dan gagal jantung.
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.