Peneliti melaporkan bahwa piRNA, molekul RNA kecil dalam darah, memprediksi kelangsungan hidup jangka pendek pada orang berusia 71 tahun ke atas. Penelitian ini dipimpin Duke Health bersama University of Minnesota dan hasilnya dipublikasikan di Aging Cell.
Tim menganalisis lebih dari 1.200 sampel darah dari sebuah kohort di North Carolina. Mereka mengukur ratusan RNA kecil dan memeriksa 187 faktor klinis, lalu menentukan hasil kelangsungan hidup dengan menghubungkan peserta ke catatan kematian nasional. Untuk membandingkan ukuran-ukuran ini, peneliti menggunakan metode kecerdasan buatan kausal dan pembelajaran mesin.
Model statistik menunjukkan bahwa kombinasi enam piRNA memprediksi kelangsungan hidup dua tahun dengan akurasi hingga 86%. Hasil ini divalidasi pada kelompok independen. Peneliti juga menyatakan bahwa piRNA mengungguli usia, kolesterol, aktivitas fisik, dan lebih dari 180 ukuran klinis untuk prediksi jangka pendek. Langkah selanjutnya mencakup uji pengobatan, perubahan gaya hidup, dan obat termasuk terapi GLP-1.
Kata-kata sulit
- pirna — molekul RNA kecil dalam darah
- kelangsungan hidup — kemampuan seseorang untuk hidup lebih lama
- kohort — kelompok orang yang diamati dalam penelitian
- kecerdasan buatan — teknik komputer yang meniru kemampuan manusia
- pembelajaran mesin — bagian kecerdasan buatan yang belajar dari data
- akurasi — seberapa benar prediksi atau hasil penelitian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda hasil prediksi piRNA dapat membantu perawatan orang berusia lanjut?
- Langkah selanjutnya termasuk uji pengobatan dan perubahan gaya hidup. Langkah mana yang menurut Anda paling mudah diterapkan, dan mengapa?
- Apakah Anda melihat kekhawatiran jika alat prediksi ini digunakan untuk keputusan medis? Sebutkan satu kekhawatiran atau satu manfaat.
Artikel terkait
Tidur Anak dan Risiko Bunuh Diri pada Keluarga Berpenghasilan Rendah
Penelitian menunjukkan memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada anak, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Konektivitas jaringan otak tertentu tampak memberi perlindungan terhadap efek tidur yang buruk.
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.
Resesi 2008 Mengubah Identitas Kelas Orang Amerika
Penelitian UC Riverside menemukan resesi 2008 membuat banyak orang Amerika melihat diri mereka sebagai kelas sosial lebih rendah, dan perubahan itu bertahan lama. Studi memakai data panjang dari puluhan ribu orang untuk mengukur efek jangka panjang.