Peneliti di Texas A&M mengembangkan perban hemostatik yang disuntikkan ke dalam luka. Peneliti melaporkan perban ini dapat memangkas waktu pendarahan hampir 70% dibandingkan kondisi biasa.
Kondisi normal darah membeku dalam enam sampai tujuh menit, tetapi perban ini menurunkan waktu pembekuan menjadi satu sampai dua menit. Alat ini ditujukan untuk pendarahan dalam yang tidak bisa dikompres dengan tangan.
Untuk menahan partikel aktif di luka, tim memakai dua metode sederhana: busa yang mengembang karena panas tubuh dan pita mikro yang menggulung saat hangat sehingga menutup luka. Tujuannya agar orang terluka dapat menggunakannya segera tanpa alat khusus.
Kata-kata sulit
- hemostatik — perban yang menurunkan waktu pendarahan
- memangkas — menurunkan waktu pendarahan dan waktu pembekuan
- pendarahan — darah di luka yang tidak bisa dikompres
- pembekuan — waktu darah membeku dalam menit
- mengembang — busa yang menutup luka karena panas tubuh
- menggulung — pita mikro yang menutup luka saat hangat
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa perban ini dibuat agar bisa dipakai tanpa alat khusus?
- Bagaimana perban ini membantu pada pendarahan dalam menurut artikel?
Artikel terkait
Lemak dalam susu formula bisa memengaruhi hati bayi
Penelitian pada anak babi menunjukkan formula dengan lemak rantai sedang menyebabkan penumpukan lemak di hati lebih cepat dibandingkan lemak rantai panjang. Peneliti menekankan ASI tetap menjadi standar terbaik dan akan melanjutkan studi.
Sensor Rumah dan AI Pantau Perubahan Kesehatan pada Pasien ALS
Tim di University of Missouri menguji sistem yang menggabungkan sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk melacak perubahan fungsi sehari-hari pada pasien ALS. Tujuannya mendeteksi masalah lebih awal dan membantu tindakan klinis cepat.
Dua faktor risiko demensia: gen dan kerusakan pembuluh darah
Penelitian memeriksa apakah gabungan varian gen APOE ε4 dan tanda kerusakan pembuluh darah di otak (WMH) meningkatkan risiko demensia. Hasil menunjukkan efek kedua faktor bersifat aditif dan kesehatan vaskular dapat dikendalikan.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.