Para peneliti membagi 17 orang dewasa yang memiliki cedera otak traumatik kronis ke dua kelompok. Kelompok eksperimen melakukan latihan dengan program komputer bernama Brain Fitness Program 2.0. Latihan berupa tugas seperti mengulang urutan suku kata, membedakan frekuensi suara, dan mengingat rincian cerita lisan.
Peserta menyelesaikan 40 sesi satu jam selama 14 minggu. Pencitraan resonansi magnetik difusi digunakan untuk melihat perubahan pada jalur serabut otak. Kelompok yang berlatih menunjukkan peningkatan pada kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori kerja.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau eksperimen
- cedera — luka atau kerusakan pada tubuh atau organ
- Pencitraan — cara membuat gambar bagian dalam tubuh
- serabut — rangkaian serat kecil di dalam otak
- memori kerja — kemampuan menahan informasi sebentar saat berpikir
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu latihan seperti itu bisa membantu orang dengan masalah ingatan? Mengapa?
- Pernahkah kamu melakukan latihan otak di komputer? Ceritakan singkat.
- Apakah 40 sesi selama 14 minggu terdengar sulit atau mudah bagi kamu? Jelaskan.
Artikel terkait
Paparan Ayah terhadap Mikroplastik Pengaruhi Keturunan
Penelitian pada tikus menemukan bahwa paparan ayah terhadap mikroplastik terkait gangguan metabolik pada keturunan, terutama pada betina. Peneliti menghubungkan efek ini dengan perubahan RNA kecil di sperma yang dianalisis dengan PANDORA-seq.
Media sosial dan perkembangan baca remaja
Penelitian menunjukkan penggunaan media sosial rutin pada masa remaja awal terkait perkembangan membaca dan kosakata yang lebih lemah. Temuan ini muncul bersamaan dengan langkah Australia melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.