- Penelitian menemukan efek media sosial pada remaja.
- Penggunaan rutin dapat mengubah perkembangan membaca.
- Kosakata anak tumbuh lebih lambat dari biasanya.
- Beberapa anak susah mengenal dan mengucapkan kata.
- Perhatian anak juga bisa terganggu karena penggunaan.
- Namun beberapa anak memproses informasi lebih cepat.
- Media sosial membantu anak tetap terhubung.
- Para peneliti sarankan batasi waktu layar sehari.
- Saran lain: tunda pemberian ponsel pintar.
- Jika perlu, orang tua pakai ponsel dasar.
Kata-kata sulit
- penelitian — Studi atau kajian ilmiah tentang sesuatu
- perkembangan — Perubahan atau pertumbuhan dari waktu ke waktu
- kosakata — Kata-kata yang diketahui atau dipakai seseorang
- terganggu — Perhatian menjadi tidak baik atau hilang
- memproses — Mengolah informasi atau data di otak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu sering pakai media sosial?
- Berapa lama kamu memakai layar setiap hari?
- Apakah orang tua di rumahmu memberi ponsel pintar sekarang?
Artikel terkait
Nigeria Batalkan Kebijakan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris Kembali Jadi Pengantar
Pemerintah Nigeria membatalkan Kebijakan Bahasa Nasional 2022 yang mewajibkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada pendidikan awal. Keputusan mengembalikan bahasa Inggris sebagai satu-satunya pengantar dan memicu perdebatan luas di kalangan pendidik dan ahli bahasa.
Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di China
Aplikasi ponsel bernama “Are You Dead Yet?” tiba-tiba populer di Apple App Store China pada Januari 2026. Aplikasi ini meminta kontak darurat dan check-in rutin, dan menonjolkan kecemasan sosial di kalangan anak muda yang tinggal sendiri.
Pengemis Anak di Sahel Tengah
Kemiskinan dan ketidakamanan di Sahel Tengah membuat banyak anak mengemis di kota-kota besar seperti Niamey, Bamako dan Ouagadougou. Laporan dan organisasi lokal menunjukkan eksploitasi, keterlibatan sekolah Al-Quran, dan respons yang belum memadai dari pemerintah.