Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di ChinaCEFR A1
30 Jan 2026
Diadaptasi dari Oiwan Lam, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Sixteen Miles Out, Unsplash
- Ada aplikasi ponsel baru di China sekarang.
- Aplikasi itu bernama Are You Dead Yet?
- Nama aplikasinya tegas dan menarik perhatian publik.
- Aplikasi minta pengguna memberi kontak darurat jelas.
- Pengguna harus mengatur alarm dan check-in rutin.
- Jika pengguna melewatkan check-in, kontak akan diberi tahu.
- Awalnya unduhan sedikit, lalu aplikasi menjadi viral.
- Pengembang membuat aplikasi dalam waktu kurang dari sebulan.
- Banyak anak muda tinggal sendiri di apartemen kecil.
- Fenomena ini terkait kecemasan sosial kaum muda.
Kata-kata sulit
- kontak darurat — orang yang dihubungi saat ada masalah
- mengatur — membuat atau menyiapkan pengaturan untuk sesuatu
- check-in — memberi kabar rutin bahwa seseorang baik
- unduhan — file atau aplikasi yang diambil dari internet
- viral — menyebar cepat dan dikenal banyak orang
- kecemasan sosial — perasaan takut atau khawatir berkaitan dengan orang lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu ingin menggunakan aplikasi seperti ini?
- Apakah kamu tinggal sendiri atau dengan keluarga?
Artikel terkait
Alat untuk Mengurangi Kebencian Partisan di Linimasa X
Peneliti membuat ekstensi yang menata ulang linimasa X untuk menurunkan unggahan bermusuhan tanpa menghapusnya atau bekerjasama langsung dengan platform. Percobaan menunjukkan pengurangan rasa permusuhan dan peningkatan rasa hangat antarpendukung partai.
Kecerdasan Buatan untuk Kesehatan Seksual di Amerika Latin
Kelompok riset dan organisasi di Amerika Latin memakai kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi. Proyek di Peru dan Argentina menjangkau remaja, komunitas adat, dan orang transgender, serta menyorot risiko bias.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.