Aplikasi 'Are You Dead Yet?' dan kesepian kaum muda di ChinaCEFR A1
30 Jan 2026
Diadaptasi dari Oiwan Lam, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Sixteen Miles Out, Unsplash
- Ada aplikasi ponsel baru di China sekarang.
- Aplikasi itu bernama Are You Dead Yet?
- Nama aplikasinya tegas dan menarik perhatian publik.
- Aplikasi minta pengguna memberi kontak darurat jelas.
- Pengguna harus mengatur alarm dan check-in rutin.
- Jika pengguna melewatkan check-in, kontak akan diberi tahu.
- Awalnya unduhan sedikit, lalu aplikasi menjadi viral.
- Pengembang membuat aplikasi dalam waktu kurang dari sebulan.
- Banyak anak muda tinggal sendiri di apartemen kecil.
- Fenomena ini terkait kecemasan sosial kaum muda.
Kata-kata sulit
- kontak darurat — orang yang dihubungi saat ada masalah
- mengatur — membuat atau menyiapkan pengaturan untuk sesuatu
- check-in — memberi kabar rutin bahwa seseorang baik
- unduhan — file atau aplikasi yang diambil dari internet
- viral — menyebar cepat dan dikenal banyak orang
- kecemasan sosial — perasaan takut atau khawatir berkaitan dengan orang lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu ingin menggunakan aplikasi seperti ini?
- Apakah kamu tinggal sendiri atau dengan keluarga?
Artikel terkait
Chatbot Sportellino Bantu Migran di Italia
Sportellino adalah chatbot multibahasa yang diluncurkan pada Juli 2025 untuk membantu migran di Italia dengan panduan langkah demi langkah. Layanan ini gratis, anonim, tersedia lewat WhatsApp dan Telegram, serta mematuhi aturan privasi GDPR.
AI dan Foto Warga Temukan Nyamuk Anopheles stephensi di Madagaskar
Peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan foto dari warga untuk mengidentifikasi apa yang mereka anggap sebagai deteksi pertama Anopheles stephensi di Madagaskar. Foto close-up diambil pada 2020 dan ditemukan kembali dua tahun kemudian.
Terapi gen dan tantangan penyakit sel sabit di Afrika
Penyakit sel sabit menyebabkan banyak kematian pada anak-anak di Sub-Sahara Afrika. Uganda mulai skrining bayi baru lahir secara gratis, namun terapi gen baru yang menjanjikan masih sangat mahal dan sulit diakses di banyak negara Afrika.