Penelitian baru menemukan bahwa remaja yang rutin memakai media sosial cenderung mengalami perkembangan membaca dan kosakata yang lebih lemah dari waktu ke waktu. Temuan ini muncul saat Australia menjadi negara pertama yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.
Studi ini memakai data longitudinal dari proyek besar yang mengikuti lebih dari 10.000 remaja selama beberapa tahun. Para peneliti memantau penggunaan harian media sosial dan beberapa ukuran kognitif.
Mereka melaporkan bahwa penggunaan sering berkaitan dengan kesulitan membaca dan kontrol perhatian. Namun ada juga manfaat: pengguna yang sering kadang memproses informasi lebih cepat. Untuk mengurangi risiko, peneliti menyarankan batasi waktu layar, tunda ponsel pintar, dan gunakan ponsel dasar jika perlu.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan mencari tahu dengan cara ilmiah
- remaja — orang muda antara masa anak dan dewasa
- longitudinal — studi atau data yang dipantau selama beberapa tahun
- memantau — melihat atau mengikuti sesuatu secara terus menerus
- kognitif — berkaitan dengan kemampuan berpikir dan ingatan
- kosakata — kumpulan kata yang diketahui atau dipakai seseorang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju dengan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun? Mengapa?
- Bagaimana orang tua bisa membatasi waktu layar di rumah?
- Pernahkah kamu atau temanmu merasa kesulitan membaca karena sering memakai media sosial? Ceritakan singkat.