Sebuah laporan baru memperingatkan bahwa koneksi internet yang memadai tidak terjangkau bagi 90 persen orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan itu menunjukkan bahwa akses yang andal dan cepat menjadi lebih penting selama pandemi COVID-19 karena layanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan banyak beralih ke dunia daring.
Alliance for Affordable Internet mendefinisikan "konektivitas bermakna" sebagai kombinasi akses ke kecepatan lebih tinggi (4G), kepemilikan ponsel pintar, dan penggunaan harian tanpa batas di tempat biasa seperti rumah, tempat kerja, atau sekolah. Dengan definisi ini, hanya sekitar satu dari sepuluh orang yang memiliki konektivitas bermakna, sementara sekitar empat dari sepuluh memiliki akses dasar yang seringkali tidak memungkinkan penggunaan layanan penting.
Peneliti menggunakan survei melalui telepon seluler di sembilan negara — Colombia, Ghana, Nigeria, Kenya, Mozambique, South Africa, Rwanda, India, dan Indonesia — dan menemukan ketimpangan tajam. Di Colombia, dua dari tiga orang memiliki akses dasar tetapi hanya satu dari empat yang memiliki konektivitas bermakna. Di Rwanda, satu dari lima memiliki akses dasar dan kurang dari satu dari 160 memiliki konektivitas bermakna. Laporan juga mencatat bahwa 4G bisa hingga 10 kali lebih cepat dibanding 3G.
Uni Telekomunikasi Internasional PBB mengatakan 2.9 miliar orang belum pernah menggunakan internet, dan hambatan utama adalah kemiskinan, kurangnya keterampilan digital, ketiadaan listrik, dan geografi sulit. Alliance mendesak pemerintah dan penyedia agar menjadikan 4G sebagai standar minimum, menurunkan biaya data, dan membuat ponsel pintar lebih murah. Laporan juga menyorot kesenjangan gender dan kerugian ekonomi; studi terkait menemukan 32 negara kehilangan US$1 trillion dalam PDB selama dekade terakhir karena pengecualian wanita dari dunia digital. Sebuah suara dari Nairobi menggambarkan pengguna yang rela berpindah antar penyedia untuk mencari sinyal terbaik setelah menabung untuk membeli ponsel seharga US$90.
Kata-kata sulit
- konektivitas bermakna — kombinasi akses internet cepat, ponsel pintar, dan penggunaan sehari-hari
- akses dasar — koneksi internet sederhana, seringkali tidak cukup untuk layanan penting
- penyedia — perusahaan atau pihak yang menyediakan layanan
- kesenjangan gender — perbedaan akses atau kesempatan antara pria dan wanita
- pengecualian — keadaan tidak termasuk atau terpinggirkan dari suatu kelompok
- hambatan — sesuatu yang menghalangi atau menyulitkan pencapaian
- kecepatan — berapa cepat data internet dikirim dan diterima
- telepon seluler — perangkat komunikasi nirkabel untuk panggilan dan data
- geografi — ciri fisik suatu wilayah yang memengaruhi akses
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Langkah kebijakan atau tindakan apa yang menurut Anda paling penting untuk meningkatkan konektivitas bermakna di negara berpenghasilan rendah dan menengah? Jelaskan alasan.
- Mengapa pengecualian wanita dari dunia digital dapat berdampak besar pada perekonomian suatu negara? Beri contoh konsekuensi ekonomi.
- Pandemi disebut membuat akses internet lebih penting untuk kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Perubahan nyata apa yang Anda lihat atau harapkan di komunitas Anda terkait hal ini?
Artikel terkait
Peta Biologis Menghubungkan Sel dan Jaringan Otak
Sebuah studi di Nature Communications menggabungkan pemindaian otak, data genetik, dan pencitraan molekuler untuk menunjukkan bagaimana organisasi seluler dan molekuler membentuk jaringan otak besar. Temuan berpotensi mengubah studi kognisi dan gangguan mental.
RSV dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang
Penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang dirawat karena RSV sering mengalami keluhan berbulan-bulan setelah keluar rumah sakit, termasuk sesak napas dan kesulitan aktivitas. Studi menekankan pencegahan melalui vaksinasi dan kebutuhan perawatan lanjutan.