Di Nairobi dan kota-kota di Nigeria, pandemi COVID-19 memperburuk kehidupan orang dengan disabilitas yang tinggal di daerah perkotaan miskin. Contohnya Anna Nzioka di Viwandani yang terluka pada 2017 kini berjalan dengan tongkat; rumah sakit yang biasa ia gunakan berjarak sekitar 16.8 kilometres dan satu kunjungan menelan biaya hampir 350 shillings. Sensus 2019 di Kenya mencatat 918,270 orang berusia lima tahun ke atas hidup dengan disabilitas, dan 385,417 dari mereka mengalami gangguan mobilitas.
Pada 2020 pemerintah memberlakukan jam malam dan pembatasan pergerakan. Banyak klinik khusus ditutup atau berubah fungsi, sehingga layanan kesehatan berkurang dan antrean menjadi lebih panjang. Kemiskinan memperparah masalah karena banyak orang bergantung pada perdagangan kecil dan kehilangan penghasilan saat penguncian.
Wawancara oleh African Population and Health Research Center di dua kawasan kumuh Nairobi, bagian dari proyek lintas negara, menemukan gangguan serius pada akses layanan dan kenaikan biaya. Advokat menyerukan layanan yang lebih dekat, peningkatan kapasitas petugas kesehatan komunitas, dan distribusi bantuan serta informasi yang adil dan dapat diakses.
Kata-kata sulit
- disabilitas — kondisi fisik atau mental yang membatasi aktivitas sehari-hari
- mobilitas — kemampuan bergerak atau berpindah tempat
- pembatasan — tindakan untuk membatasi pergerakan orang
- layanan — bantuan publik atau fasilitas untuk masyarakat
- kemiskinan — kondisi kekurangan uang dan sumber daya
- advokat — orang yang menyerukan hak atau perubahan
- distribusi — pembagian barang atau bantuan kepada orang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana layanan kesehatan yang lebih dekat dapat mengubah kehidupan orang dengan disabilitas di kawasan kumuh?
- Langkah praktis apa yang bisa dilakukan petugas kesehatan komunitas untuk membantu selama pembatasan pergerakan?
- Menurut teks, apa tantangan utama saat mendistribusikan bantuan di daerah perkotaan miskin?