WHO bulan ini memastikan bahwa India dan Pakistan dinyatakan bebas trachoma. India dilaporkan memiliki 1.45 billion people dan Pakistan sekitar around 250 million inhabitants, dan kini menjadi negara ke-20 dan ke-19 yang bebas penyakit ini.
Trachoma disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan menyebar lewat kontak dengan sekresi mata, hidung atau tenggorokan serta melalui lalat yang berkembang pada kotoran dan sisa makanan. Jika infeksi berulang tidak diobati, dapat menimbulkan nyeri berat dan kebutaan yang tidak bisa dipulihkan.
WHO mendorong strategi SAFE (Operasi, Antibiotik, Kebersihan wajah, Perubahan lingkungan). Organisasi dan pemerintah memberi operasi dan obat, serta program air dan sanitasi. WHO memperkirakan 1.9 million people kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan akibat trachoma.
Kata-kata sulit
- trachoma — Penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
- bakteri — Organisme mikroskopis penyebab beberapa infeksi.
- infeksi — Masuk dan berkembangnya kuman di tubuh.
- kebutaan — Kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan melihat.
- sekresi — Cairan tubuh dari mata, hidung, tenggorokan.
- sanitasi — Pengelolaan air dan pembuangan limbah yang bersih.
- strategi — Rencana tindakan untuk mencapai tujuan kesehatan.
- antibiotik — Obat untuk melawan infeksi bakteri.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana program air dan sanitasi dapat membantu mencegah trachoma di komunitas Anda?
- Mengapa operasi dan antibiotik penting dalam strategi melawan trachoma menurut teks?
- Apa tantangan yang mungkin dihadapi negara besar saat menerapkan program kebersihan wajah dan perubahan lingkungan?
Artikel terkait
Afrika butuh surveilans One Health yang terintegrasi
Para ahli mengatakan Afrika memerlukan surveilans terintegrasi untuk manusia, hewan, dan lingkungan karena data terfragmentasi memperlambat deteksi wabah. Studi One Health yang dipimpin CABI mengusulkan investasi, pelatihan, dan kerja sama lintas sektor.
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.
Kemarahan dan Ketidakpercayaan Menghambat Respons Ebola di Kongo
Petugas kesehatan di Republik Demokratik Kongo menghadapi kemarahan dan ketidakpercayaan saat merespons wabah Ebola. Per 11 Juni tercatat 635 kasus terkonfirmasi dan 127 kematian; para ahli menekankan kebutuhan respons yang lebih luas dan dukungan komunitas.