- Tim di University of Missouri menguji sistem baru di rumah.
- Sistem memakai sensor rumah dan kecerdasan buatan untuk memantau.
- Sensor mengamati gerak, pola berjalan, dan tidur.
- ALS merusak sel saraf yang mengontrol gerakan otot.
- Penyakit ini membuat lemah dan sulit bicara serta menelan.
- Sensor mengirim sinyal secara nirkabel lewat dua kotak kecil.
- Sistem mengirim data ke universitas untuk dianalisis.
- Kecerdasan buatan membantu memperkirakan skor pada ALSFRS-R.
- Keluarga peserta melaporkan rasa keterhubungan dan ketenangan pikiran.
Kata-kata sulit
- sensor — alat yang mendeteksi kejadian di sekitar
- kecerdasan buatan — program komputer yang bisa belajar dan bekerja
- mengamati — melihat atau mencatat sesuatu dengan perhatian
- sel saraf — sel tubuh yang mengirim pesan di otak
- nirkabel — tanpa kabel lewat sinyal udara
- ketenangan pikiran — rasa tenang dan tidak khawatir
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda nyaman dengan sensor di rumah?
- Apakah Anda ingin sistem seperti ini di rumah Anda?
- Apakah Anda memakai teknologi di rumah setiap hari?
Artikel terkait
Studi: Petunjuk PHQ Membuat Hasil Skrining Tidak Konsisten
Penelitian menemukan petunjuk pada Patient Health Questionnaire (PHQ) sering diartikan berbeda oleh peserta. Para peneliti menyarankan memisahkan pertanyaan tentang frekuensi gejala dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.
SEWA: Sistem Peringatan Dini Satelit untuk Afrika
SEWA, sistem peringatan dini berbasis satelit, diluncurkan pada forum tingkat tinggi di Windhoek untuk memperkuat peringatan cuaca dan iklim. Sistem ini meningkatkan akses data dan membangun kapasitas untuk pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas rentan.
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.