- Vaksin demam berdarah dikembangkan di Brasil dan kini disetujui.
- Anvisa memberi izin pada 26 November untuk vaksin ini.
- Vaksin boleh untuk orang usia 12 sampai 59.
- Satu dosis membuat vaksinasi lebih mudah di daerah terpencil.
- Uji akhir memakai 16,000 relawan di seluruh Brasil.
- Hasil uji tunjukkan efektivitas 74.7% secara keseluruhan.
- Efektivitas untuk penyakit parah adalah 91.6% dari studi.
- Institut siap kirim lebih dari 1 juta dosis awal.
- Beberapa kelompok seperti ibu hamil belum boleh divaksin.
Kata-kata sulit
- vaksin — Obat untuk mencegah penyakit dengan suntikan
- efektivitas — Seberapa baik sesuatu bekerja mencegah penyakit
- relawan — Orang yang ikut tes tanpa dibayar
- dosis — Jumlah obat yang diberikan satu kali
- terpencil — Tempat jauh dari kota atau layanan
- izin — Persetujuan resmi untuk melakukan sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah divaksin demam berdarah?
- Jika Anda berusia 12 sampai 59, maukah Anda divaksin?
Artikel terkait
Nanopartikel bantu sel punca tingkatkan mitokondria
Para peneliti di Texas A&M University menggunakan nanopartikel berbentuk bunga (nanoflowers) untuk membuat sel punca menghasilkan lebih banyak mitokondria dan mentransfernya ke sel yang menua atau rusak, sehingga memulihkan energi seluler.
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.
Paparan Ayah terhadap Mikroplastik Pengaruhi Keturunan
Penelitian pada tikus menemukan bahwa paparan ayah terhadap mikroplastik terkait gangguan metabolik pada keturunan, terutama pada betina. Peneliti menghubungkan efek ini dengan perubahan RNA kecil di sperma yang dianalisis dengan PANDORA-seq.
Resistensi antibiotik terkait pertanian di Uganda
Di Uganda, penggunaan antibiotik di peternakan unggas meningkat dan mendorong resistensi antimikroba. Kendala layanan veteriner, biaya tinggi, dan praktik pemberian obat tanpa pengawasan menjadi penyebab utama dan memicu kekhawatiran kesehatan.