- Vaksin demam berdarah dikembangkan di Brasil dan kini disetujui.
- Anvisa memberi izin pada 26 November untuk vaksin ini.
- Vaksin boleh untuk orang usia 12 sampai 59.
- Satu dosis membuat vaksinasi lebih mudah di daerah terpencil.
- Uji akhir memakai 16,000 relawan di seluruh Brasil.
- Hasil uji tunjukkan efektivitas 74.7% secara keseluruhan.
- Efektivitas untuk penyakit parah adalah 91.6% dari studi.
- Institut siap kirim lebih dari 1 juta dosis awal.
- Beberapa kelompok seperti ibu hamil belum boleh divaksin.
Kata-kata sulit
- vaksin — Obat untuk mencegah penyakit dengan suntikan
- efektivitas — Seberapa baik sesuatu bekerja mencegah penyakit
- relawan — Orang yang ikut tes tanpa dibayar
- dosis — Jumlah obat yang diberikan satu kali
- terpencil — Tempat jauh dari kota atau layanan
- izin — Persetujuan resmi untuk melakukan sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah divaksin demam berdarah?
- Jika Anda berusia 12 sampai 59, maukah Anda divaksin?
Artikel terkait
Dosis Kemoterapi Lebih Rendah Bantu Pasien Limfoma Usia 80+
Studi menunjukkan pasien limfoma usia 80 tahun ke atas dapat sembuh atau hidup lebih lama dengan dosis kemoterapi yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan data klinik komunitas dan menilai rejimen mini-R-CHOP serta rencana uji klinis baru dengan mosunetzumab.
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas
Studi menggunakan data satelit dan model menunjukkan hilangnya hutan di daerah tropis (2001–2020) menaikkan suhu lokal dan terkait sekitar 28,000 kematian panas per tahun. Sekitar 345 juta orang terpapar, terutama di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.
Tidur Anak dan Risiko Bunuh Diri pada Keluarga Berpenghasilan Rendah
Penelitian menunjukkan memperbaiki kualitas tidur dapat mengurangi risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada anak, terutama di keluarga berpenghasilan rendah. Konektivitas jaringan otak tertentu tampak memberi perlindungan terhadap efek tidur yang buruk.
Jalur inflamasi 'pintu belakang' pada rheumatoid arthritis
Penelitian di Washington State University menemukan jalur inflamasi alternatif yang memperkuat TNF dan mungkin menjelaskan kegagalan beberapa obat untuk rheumatoid arthritis. Memblokir reseptor Fn14 mengurangi lonjakan peradangan dan menjadi target terapi berikutnya.