LingVo.club
Level
Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian Panas — Level B1 — brown and green trees during daytime

Deforestasi di Tropis Mempercepat Pemanasan dan Kematian PanasCEFR B1

5 Sep 2025

Diadaptasi dari Xilena Pinedo, SciDev CC BY 2.0

Foto oleh Matt Palmer, Unsplash

Level B1 – Menengah
2 mnt
110 kata

Studi yang diterbitkan di Nature Climate Change menggunakan data satelit tentang kehilangan tutupan pohon dan model suhu serta kematian. Analisis mencakup tahun 2001 hingga 2020 untuk menghitung biaya manusia akibat deforestasi.

Hasil menunjukkan 345 juta orang terpapar pemanasan lokal karena deforestasi, dan sekitar 28,000 kematian terkait panas setiap tahun. Studi melaporkan 67 juta orang terpapar di Amerika Latin, 148 juta di Afrika, dan 122 juta di Asia Tenggara.

Amerika Latin kehilangan hutan paling luas dan naik suhu lokal paling besar, 0.53 derajat Celsius. Penulis memperingatkan bahwa hilangnya pendinginan alami dari pohon membuat gelombang panas lebih berbahaya. Mereka mendorong penghentian deforestasi, perluasan kawasan hutan terlindungi, dan dukungan adaptasi bagi komunitas lokal.

Kata-kata sulit

  • deforestasiPenggundulan hutan untuk tujuan tertentu.
  • kesehatanKeadaan baik fisik dan mental.
  • komunitasSekelompok orang yang hidup bersama.
  • suhuUkuran panas atau dingin di tempat.
  • kematianAkhir hidup seseorang.
  • berkontribusiMemberikan sumbangan atau pengaruh.
  • lokasiTempat di mana sesuatu berada.
  • progresKemajuan atau perkembangan suatu usaha.

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa deforestasi menjadi isu penting untuk dibahas?
  • Bagaimana cara kita mengurangi deforestasi di masyarakat?
  • Apa dampak suhu yang lebih tinggi terhadap kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi hutan?

Artikel terkait

AI bantu layanan kesehatan di Sudan — Level B1
6 Jan 2025

AI bantu layanan kesehatan di Sudan

Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.