- Para peneliti melakukan percobaan dengan tikus laboratorium.
- Mereka melihat peran bakteri yang hidup di usus.
- Bakteri khusus itu disebut SFB oleh ilmuwan.
- Tikus yang memiliki SFB lebih terlindungi dari pneumonia.
- Perlindungan itu muncul setelah tikus terkena influenza.
- SFB mengubah kerja sel imun di paru-paru.
- Sel imun bernama makrofag alveolar melawan bakteri.
- SFB membuat makrofag ini tetap berfungsi setelah flu.
- Para penulis berharap temuan itu berguna untuk obat.
- Penelitian didanai oleh NIAID dan universitas asal.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi ilmiah
- bakteri — organisme kecil yang bisa hidup di tubuh
- usus — bagian dalam tubuh untuk mencerna makanan
- pneumonia — infeksi pada paru-paru yang membuat sakit
- makrofag alveolar — sel kekebalan di paru-paru yang melawan kuman
- influenza — penyakit pernapasan yang disebabkan virus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu terkena influenza?
- Apakah kamu percaya bakteri bisa baik untuk kesehatan?
- Pernahkah kamu melakukan percobaan di sekolah?
Artikel terkait
Platform Baru Pantau Demam Berdarah Secara Bulanan
Global Dengue Observatory adalah platform dari LSHTM yang memantau tren demam berdarah bulanan menggunakan data WHO dan proyek OpenDengue. Alat ini membantu menyoroti kenaikan, keterlambatan pelaporan, dan pola regional seperti di Amerika Latin.
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.
Jalur inflamasi 'pintu belakang' pada rheumatoid arthritis
Penelitian di Washington State University menemukan jalur inflamasi alternatif yang memperkuat TNF dan mungkin menjelaskan kegagalan beberapa obat untuk rheumatoid arthritis. Memblokir reseptor Fn14 mengurangi lonjakan peradangan dan menjadi target terapi berikutnya.