- Para peneliti melakukan percobaan dengan tikus laboratorium.
- Mereka melihat peran bakteri yang hidup di usus.
- Bakteri khusus itu disebut SFB oleh ilmuwan.
- Tikus yang memiliki SFB lebih terlindungi dari pneumonia.
- Perlindungan itu muncul setelah tikus terkena influenza.
- SFB mengubah kerja sel imun di paru-paru.
- Sel imun bernama makrofag alveolar melawan bakteri.
- SFB membuat makrofag ini tetap berfungsi setelah flu.
- Para penulis berharap temuan itu berguna untuk obat.
- Penelitian didanai oleh NIAID dan universitas asal.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi ilmiah
- bakteri — organisme kecil yang bisa hidup di tubuh
- usus — bagian dalam tubuh untuk mencerna makanan
- pneumonia — infeksi pada paru-paru yang membuat sakit
- makrofag alveolar — sel kekebalan di paru-paru yang melawan kuman
- influenza — penyakit pernapasan yang disebabkan virus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu terkena influenza?
- Apakah kamu percaya bakteri bisa baik untuk kesehatan?
- Pernahkah kamu melakukan percobaan di sekolah?
Artikel terkait
Perban Pintar Lepaskan Antibiotik Hanya saat Bakteri Berbahaya
Peneliti mengembangkan perban berbahan hidrogel yang melepaskan antibiotik hanya ketika enzim dari bakteri berbahaya hadir. Uji laboratorium dan percobaan pada tikus menunjukkan perban selektif dan efektif, menurut studi yang dipublikasikan di Science Advances.
Tidur, Pembersihan Otak, dan Risiko Demensia
Sebuah tinjauan oleh ahli neurosains membahas bagaimana tidur membantu membersihkan otak dan mengapa gangguan ritme tidur bisa meningkatkan risiko demensia. Peneliti juga melihat tanda seperti perubahan detak jantung sebagai petunjuk risiko.
Kondisi Kesehatan Mental Tingkatkan Risiko Cedera
Studi besar menemukan orang dengan kondisi kesehatan mental lebih sering mengalami cedera fisik, termasuk melukai diri sendiri, penyerangan, serta kecelakaan dan jatuh. Penelitian menyoroti perlunya pencegahan cedera dalam layanan kesehatan mental.
Kematian Dini Mengurangi Jumlah yang Terlindungi oleh Medicare
Sebuah studi menemukan kenaikan kematian dini membuat lebih banyak orang dewasa tidak sempat mencapai usia 65 untuk mendapat manfaat Medicare. Penelitian menunjukkan adanya kesenjangan rasial dan perbedaan antarnegara bagian.