Tim Gabriel D. Victora merekayasa tikus sehingga semua sel B pesaing bermula dari urutan antibodi tidak bermutasi yang sama. Mereka lalu memicu pusat germinal melalui imunisasi dan mengamati perlombaan menuju antibodi yang lebih baik.
Metode yang dipakai termasuk mikroskopi multiphoton, fotoaktivasi berbasis laser, dan pengurutan ribuan sel B individu di 119 pusat germinal. Peneliti membangun pohon keluarga garis keturunan dan membuat kamus mutasi menggunakan Pemindaian Mutasi Mendalam (DMS).
DMS menghubungkan perubahan asam amino dengan kinerja antibodi sehingga peneliti bisa memperkirakan ikatan dan stabilitas. Di tingkat satu pusat, beberapa sel berkembang biak sementara yang lain hilang, dan keberhasilan sering kali tidak berkorelasi kuat dengan afinitas. Namun keseluruhan proses sedikit berpihak pada mutasi menguntungkan, sehingga banyak putaran seleksi menghasilkan antibodi yang lebih kuat.
Kata-kata sulit
- sel B — sel yang menghasilkan antibodi dalam sistem kekebalan
- pusat germinal — tempat di kelenjar getah bening untuk pematangan sel B
- pemindaian mutasi mendalam — metode untuk menguji banyak mutasi pada protein
- afinitas — kekuatan ikatan antara antibodi dan antigen
- bermutasi — mengalami perubahan pada urutan gen atau protein
- pengurutan — proses menentukan urutan basa DNA atau RNA
- pohon keluarga — diagram yang menunjukkan hubungan keturunan antar sel
- seleksi — proses memilih sel yang lebih cocok atau berhasil
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda penggunaan tikus yang dimerekayasa membantu peneliti memahami produksi antibodi?
- Apa dampak temuan bahwa keberhasilan sering tidak berkorelasi kuat dengan afinitas terhadap penelitian antibodi?
- Metode laboratorium mana dari yang disebutkan yang paling menarik bagi Anda, dan mengapa?
Artikel terkait
Kemoterapi Memicu Kekebalan lewat Peniruan Virus
Penelitian menemukan beberapa obat kemoterapi, termasuk Compound 1, membuat sel kanker menunjukkan tanda-tanda seperti infeksi virus sehingga mengaktifkan sistem kekebalan. Temuan ini membuka kemungkinan dosis obat lebih rendah dan kombinasi dengan imunoterapi.
Kolera 2024: Penyebaran, Penyebab, dan Upaya Pengendalian
Kolera menyebar lewat air tercemar dan tetap menjadi ancaman karena konflik, perubahan iklim, dan sistem kesehatan yang runtuh. Pada 2024 dilaporkan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; WHO menargetkan pengurangan lewat pencegahan dan vaksin.
CPHIA 2025 di Durban: Kemandirian Kesehatan Afrika
Konferensi CPHIA 2025 berkumpul di Durban untuk membahas kemandirian kesehatan Afrika, termasuk rencana manufaktur vaksin yang dipimpin Africa CDC dan isu tekanan pendanaan. Pertemuan berlangsung sebelum pertemuan Menteri Kesehatan G20.