Kolera disebabkan oleh Vibrio cholerae dan menyebar lewat air dan sanitasi yang rusak. Penyakit ini dapat menyebabkan dehidrasi berat dalam beberapa jam, tetapi pengobatan cepat biasanya menyelamatkan nyawa. Pada 2024 WHO menerima laporan 560,823 kasus dan 6,028 kematian; kasus naik 5 persen dan kematian naik 50 persen dibanding tahun sebelumnya.
Wilayah Mediterania Timur sangat terdampak: wilayah ini menyumbang 74 persen kasus global padahal populasinya kurang dari 10 persen dunia. Yaman memberikan sebagian besar kasus dan kematian di kawasan. Di Sudan tercatat lebih dari 123,000 kasus dan 3,494 kematian sejak pertengahan 2024, dengan penyebaran luas di Darfur dan lebih dari 18,000 orang terinfeksi di sana.
Ada kemajuan seperti pra-kualifikasi vaksin Euvichol-S dan stok global, tetapi permintaan melebihi pasokan. WHO mendorong pencegahan melalui perbaikan air, sanitasi, surveilans laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, serta produksi vaksin regional.
Kata-kata sulit
- krisis — Situasi sulit yang sangat serius.
- global — Menyangkut seluruh dunia atau internasional.
- mencegah — Menghentikan sesuatu agar tidak terjadi.
- sanitasi — Praktik menjaga kebersihan untuk kesehatan.
- penyuluhan — Memberi informasi untuk meningkatkan pengetahuan.
- mengendalikan — Mengatur agar tetap dalam batas tertentu.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana sistem kesehatan dapat diperbaiki di negara berkembang?
- Apa dampak perang terhadap krisis kesehatan?
- Mengapa kerjasama lintas negara penting dalam mengatasi kolera?
Artikel terkait
Dua faktor risiko demensia: gen dan kerusakan pembuluh darah
Penelitian memeriksa apakah gabungan varian gen APOE ε4 dan tanda kerusakan pembuluh darah di otak (WMH) meningkatkan risiko demensia. Hasil menunjukkan efek kedua faktor bersifat aditif dan kesehatan vaskular dapat dikendalikan.
Vaksin eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan untuk CCHF pada tikus
Studi pada tikus melaporkan vaksin eksperimental terhadap Crimean-Congo hemorrhagic fever (CCHF) yang menggunakan partikel mirip virus tidak replikasi. Antibodi terdeteksi hingga 18 bulan dan langkah berikutnya adalah produksi skala besar sebelum uji klinis manusia.