Antrian panjang dan jarak ke pusat spesialis menjadi masalah besar untuk evaluasi autisme, terutama di daerah pedesaan Missouri. Banyak keluarga menunggu hampir setahun untuk janji diagnostik, dan perjalanan jauh menambah biaya serta menunda akses ke terapi dan layanan yang diperlukan.
Peneliti dari University of Missouri School of Medicine, dipimpin oleh Kristin Sohl, bekerja sama dengan Cognoa, Inc. untuk menguji CanvasDx, sebuah perangkat medis yang disetujui FDA. Perangkat ini menggabungkan algoritme AI dengan data pasien untuk memprediksi diagnosa autisme sebagai positif atau negatif, dan memberi hasil "tidak pasti" bila informasi tidak jelas.
Proyek ini memanfaatkan jaringan ECHO Autism yang melatih klinisi perawatan primer di Missouri. Dalam sampel 80 anak, perangkat memberikan hasil determinate untuk 52% pasien; peneliti melaporkan tidak ada hasil positif palsu atau negatif palsu dan alat tidak pernah bertentangan dengan diagnosis klinisi. Pertahankan perawatan secara lokal juga membuat diagnosa bisa datang 5–7 bulan lebih cepat.
Kata-kata sulit
- antrian — barisan orang atau daftar yang menunggu giliran
- evaluasi — penilaian atau pemeriksaan untuk mengukur kondisi
- pedesaan — daerah yang jauh dari kota, biasanya desa
- algoritme — langkah atau aturan untuk memproses data komputer
- perangkat medis — alat atau mesin yang dipakai untuk pemeriksaan kesehatan
- memprediksi — mengatakan hasil kemungkinan sebelum fakta terjadi
- tidak pasti — keadaan informasi yang kurang jelas atau ragu"tidak pasti"
- klinisi — tenaga kesehatan yang memberi perawatan pada pasien
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana antrian panjang dan jarak ke pusat spesialis dapat mempengaruhi keluarga yang mencari diagnosis autisme?
- Menurut Anda, apa keuntungan dan risiko menggunakan alat AI seperti CanvasDx di komunitas pedesaan?
Artikel terkait
Layar Sentuh Besar Mengganggu Perhatian Saat Mengemudi
Penelitian dengan simulator menunjukkan layar sentuh besar membuat mengemudi dan penggunaan kontrol menjadi lebih buruk saat orang melakukan multitugas. Para peneliti mengukur pandangan, gerakan jari, dan tanda stres lalu menyarankan sensor untuk memantau perhatian pengemudi.
Gagandeep Kang: Vaksin Rotavirus dan Pencegahan Wabah di India
Gagandeep Kang meminta India menyiapkan alat untuk mencegah wabah virus dengan mengembangkan vaksin rotavirus buatan dalam negeri dan memperkuat surveilans. Ia menekankan pentingnya pemerataan vaksin, bukti ilmiah, dan komunikasi sains yang berkelanjutan.
Jeda Singkat di Media Sosial untuk Kurangi Misinformasi
Peneliti dari University of Copenhagen meneliti cara sederhana untuk memperlambat penyebaran misinformasi di media sosial. Mereka menemukan bahwa menambah jeda kecil dan elemen pembelajaran dapat mengurangi pembagian impulsif dan meningkatkan kualitas unggahan yang dibagikan.