- Studi menemukan memperbaiki rumah membantu penderita asma.
- Penelitian fokus pada orang dewasa dengan asma.
- Masalah di dalam rumah bisa memicu serangan asma.
- Tidak ada kipas di dapur dan kamar mandi meningkatkan risiko.
- Orang yang merokok di rumah lebih sering kena serangan asma.
- Jamur, tikus, dan hewan berbulu membuat asma lebih buruk.
- Pembersih udara portabel dapat mengurangi gejala asma.
- Perbaikan rumah membantu tidur dan aktivitas sehari-hari penderita.
- Perempuan dan orang dewasa tua mengalami lebih banyak komplikasi.
- Perubahan sederhana di rumah bisa membantu mengelola asma.
Kata-kata sulit
- memperbaiki — membuat sesuatu jadi lebih baik atau aman
- penderita — orang yang mengalami penyakit atau gangguan kesehatan
- memicu — menyebabkan sesuatu terjadi dengan cepat
- risiko — kemungkinan terjadi sesuatu buruk atau berbahaya
- jamur — organisme kecil yang tumbuh di tempat lembap
- pembersih udara portabel — alat kecil untuk membersihkan udara di ruangan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah ada kipas di dapur atau kamar mandimu?
- Apakah kamu punya hewan berbulu di rumah?
- Pernahkah kamu atau keluarga mengalami asma?
Artikel terkait
Penelitian: Turbin Angin Tidak Menyebabkan Masalah Kesehatan Besar
Peneliti dari tiga universitas meneliti apakah turbin angin menimbulkan masalah kesehatan. Mereka menggunakan data lokasi turbin, catatan pembelian, dan data longitudinal rumah tangga untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pemasangan.
Studi: Glukometer Murah Bisa Deteksi Hipoglikemia Neonatal
Sebuah studi yang dipimpin Rice360 menguji 11 glukometer portabel untuk melihat apakah alat murah yang biasa dipakai dewasa bisa mengukur gula darah bayi baru lahir dengan benar. Hasil menunjukkan beberapa alat murah andal, sementara yang lain tidak.
Tes darah dengan piRNA prediksi kelangsungan hidup lansia
Penelitian menemukan bahwa molekul kecil bernama piRNA dalam darah dapat memprediksi kemungkinan bertahan hidup dua tahun pada orang berusia lanjut. Temuan ini berasal dari analisis sampel darah dan dipublikasikan di jurnal Aging Cell.