Sebuah studi di Texas menemukan bahwa memperbaiki kondisi di dalam rumah dapat mengurangi serangan asma pada orang dewasa. Peneliti meneliti hubungan antara kondisi rumah dan beberapa masalah asma seperti serangan, gejala yang sering muncul, gangguan tidur, dan keterbatasan aktivitas.
Temuan utama menunjukkan dua pemicu di rumah: tidak adanya kipas penghisap di dapur dan kamar mandi, serta kebiasaan merokok. Jamur, tikus, dan hewan berbulu juga dikaitkan dengan lebih banyak masalah. Sebaliknya, memakai pembersih udara portabel berhubungan dengan lebih sedikit keluhan.
Rekomendasi termasuk bantuan keuangan untuk membeli pembersih udara, kewajiban pemilik rumah memperbaiki ventilasi, dan edukasi bagi pasien agar mereka dapat menghilangkan pemicu di rumah.
Kata-kata sulit
- pemicu — sesuatu yang menyebabkan masalah kesehatan
- pembersih udara — alat yang membersihkan udara di dalam rumahpembersih udara portabel
- ventilasi — aliran udara masuk dan keluar dari bangunan
- kipas penghisap — alat yang mengeluarkan udara dari ruangan
- merokok — kegiatan menghirup asap rokok secara sengaja
- bantuan keuangan — uang atau dukungan untuk membeli barang
- edukasi — penjelasan atau latihan tentang masalah kesehatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah melihat pemicu asma di rumah? Sebutkan satu contohnya.
- Apa tindakan sederhana yang bisa membantu mengurangi pemicu di rumah?
- Bagaimana pemilik rumah bisa membantu orang dengan asma menurut teks?
Artikel terkait
Perawatan hewan di klinik membuat remaja tunawisma lebih menerima perawatan kesehatan
Studi di One Health Clinic, Seattle, menemukan remaja dan anak muda tunawisma lebih mungkin menerima perawatan medis jika klinik juga menawarkan layanan kedokteran hewan untuk hewan peliharaan mereka. Penelitian menelaah kunjungan klinik antara 2019 dan 2022.
Dua faktor risiko demensia: gen dan kerusakan pembuluh darah
Penelitian memeriksa apakah gabungan varian gen APOE ε4 dan tanda kerusakan pembuluh darah di otak (WMH) meningkatkan risiko demensia. Hasil menunjukkan efek kedua faktor bersifat aditif dan kesehatan vaskular dapat dikendalikan.