Sebuah meta-analisis menelaah empat studi yang melibatkan hampir 120.000 pasien. Hasil menunjukkan sekitar 31% pasien yang memakai opioid mengembangkan C. diff, sedangkan 17% pasien tanpa opioid terkena infeksi ini.
Para peneliti menjelaskan dua kemungkinan alasan: opioid dapat menekan sistem kekebalan dan mengganggu bakteri baik di usus. C. diff sering terjadi di rumah sakit dan panti jompo dan menyebabkan diare, mual, serta muntah.
Penulis menekankan keputusan meresepkan harus dibuat per kasus, dengan mempertimbangkan riwayat dan risiko setiap pasien. Studi ini dimuat di American Journal of Infection Control.
Kata-kata sulit
- meta-analisis — studi yang menggabungkan hasil beberapa penelitian
- opioid — obat yang mempengaruhi rasa sakit dan otak
- menekan — mengurangi aktivitas atau fungsi sesuatu
- kekebalan — kemampuan tubuh melawan penyakit atau kuman
- mengganggu — mengubah atau merusak fungsi normal sesuatu
- panti jompo — tempat perawatan orang tua atau lansia
- meresepkan — memberi petunjuk obat dari dokter untuk pasien
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting mempertimbangkan riwayat pasien sebelum meresepkan opioid?
- Bagaimana menurut Anda dokter bisa mengurangi risiko infeksi C. diff saat merawat pasien?
- Apakah Anda setuju obat resep perlu ditentukan per kasus? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.
Cara Aman Mewarnai Telur Paskah dengan Bahan Alami
Melissa Wright dari Virginia Tech memberi saran memakai bahan dapur untuk mewarnai telur Paskah secara aman. Ia juga menjelaskan aturan keamanan pangan, termasuk penyimpanan di bawah 40 derajat Fahrenheit dan konsumsi dalam satu minggu.