Penelitian ini memakai model tikus jangka panjang untuk meniru penurunan oksigen secara intermiten yang terjadi pada sleep apnea manusia. Tikus diberi paparan hipoksia intermiten pada jam tidur mereka, lalu kondisi kesehatan diikuti sepanjang masa hidup. Hasil dibandingkan dengan hewan yang dipelihara pada kondisi oksigen normal.
Kelompok tikus yang terus-menerus terpapar hipoksia menunjukkan angka kematian yang secara signifikan lebih tinggi. Model eksperimen juga memperlihatkan tanda percepatan penuaan kardiovaskular. Di antara temuan utama adalah peningkatan tekanan darah, gangguan fungsi jantung, pengurangan fleksibilitas pembuluh darah, penurunan cadangan aliran koroner, dan kelainan pada aktivitas listrik jantung.
Para penulis menyimpulkan bahwa stres fisiologis kronis dari sleep apnea yang tidak diobati mengubah struktur dan fungsi kardiovaskular sehingga dapat mempersingkat harapan hidup. Mereka menekankan pentingnya skrining dini dan intervensi, termasuk CPAP dan opsi pengobatan lain, untuk memperbaiki hasil jangka panjang.
Kata-kata sulit
- hipoksia — kondisi dengan kadar oksigen rendah dalam jaringanhipoksia intermiten
- intermiten — terjadi berulang dengan jeda waktu
- penuaan kardiovaskular — proses penuaan pada jantung dan pembuluh darah
- fleksibilitas — kemampuan pembuluh darah untuk mengembangfleksibilitas pembuluh darah
- cadangan — kemampuan tambahan aliran darah bila diperlukancadangan aliran koroner
- aktivitas listrik jantung — sinyal listrik yang mengatur detak jantung
- stres fisiologis kronis — tekanan tubuh berulang yang berlangsung lama
- skrining — pemeriksaan awal untuk mendeteksi penyakit
- intervensi — tindakan medis untuk memperbaiki hasil kesehatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju skrining dini untuk sleep apnea perlu ditingkatkan? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda pengobatan seperti CPAP dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien?
- Langkah pencegahan sederhana apa yang bisa dilakukan orang untuk mengurangi risiko gangguan kardiovaskular terkait sleep apnea?
Artikel terkait
Sel punca tikus dan diapause pada mamalia
Studi di Genes & Development menjelaskan bagaimana sel punca embrionik tikus mempertahankan pluripotensi selama diapause. Peneliti menemukan respons molekuler bersama yang menjaga identitas sel ketika metabolisme dan sinyal pertumbuhan rendah.
AI Baru untuk Mendeteksi dan Memantau Tuberkulosis
Para peneliti menampilkan beberapa alat kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan memantau TB pada Union World Conference on Lung Health di Kopenhagen (18-21 November). Alat ini menjanjikan akses lebih cepat dan murah, tetapi butuh validasi lebih lanjut.
RNA kecil kendalikan kolesterol dan penyakit jantung
Peneliti menemukan molekul RNA kecil bernama tsRNA-Glu-CTC yang mengatur produksi kolesterol melalui SREBP2. Pada tikus, menurunkan molekul ini mengurangi kolesterol dan aterosklerosis; temuan serupa juga terlihat pada sampel darah manusia.